Sabtu,  23 January 2021

Aliran Duit Suap Benih Lobster Bisa Sasar Banyak Orang 

NS/RN/NET
Aliran Duit Suap Benih Lobster Bisa Sasar Banyak Orang 
Edhy Prabowo

RADAR NONSTOP - KPK mengendus adanya aliran duit dugaan suap benih lobster yang dilakukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP). KPK sudah mengangkut dokumen di rumah dinas dan kantor Edhy.

Edhy bakal dicecar keterangannya dalam kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Suharjito (SJT), hari ini.

Selain Edhy Prabowo, KPK juga memeriksa tersangka lainnya yakni, Amiril Mukminin (AM). Amiril diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Edhy Prabowo. Dengan demikian, para tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster tersebut diperiksa secara silang.

BERITA TERKAIT :
Mentan Menteri KKP Edhy Prabowo Merengek Minta Agar Istri Dan Anak Bisa Besuk  
Perusahaan Penyedia Bansos Mulai Ketar-Ketir

"EP diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SJT. AM diperiksa sebagai saksi tersangka EP," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (3/12/2020).

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik dari pemeriksaan silang para tersangka tersebut. Diduga, penyidik sedang melengkapi konstruksi perkara dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Pribadi Misata (APM).

Diketahui, KPK menggeledah rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo. Dari hasil penggeledahan itu, KPK menyita 8 unit sepeda yang diduga hasil penerimaan suap dalam kasus ekspor benih lobster atau benur.

Selain itu, KPK menyita mata uang rupiah dan mata uang asing senilai Rp 4 miliar. KPK menyebut penyidik akan segera menganalisis barang yang diamankan tersebut untuk bisa disita sebagai alat bukti.

#Edhy   #Lobster   #KPK