Rabu,  03 March 2021

Krumunan Di Titik Nol

Warga DKI Yang Malam Tahun Baru Ke Malioboro Sebaiknya Swab 

NS/RN/NET
Warga DKI Yang Malam Tahun Baru Ke Malioboro Sebaiknya Swab 
Satpol PP membubarkan kerumunan di Malioboro.

RADAR NONSTOP - Larangan krumunan ternyata tidak berlaku du Malioboro, Yogyakarta. Saat perayaan malam Tahun Baru, banyak wisatawan yang berkerumun di titik Nol Kilometer Yogyakarta. 

Aksi ini berlangsung di ruas pedestrian sisi Utara maupun selatan simpang empat Titik Nol Kilometer saat puncak pergantian Tahun Baru 2021. Walau belum diketahui adanya wisatawan yang positif tapi sebaiknya warga yang hadir segera melakukan rapid test dan swab. 

Dari pantauan, banyak warga DKI Jakarta yang menghabiskan malam tahun baru di Malioboro. Beberapa kendaraan plat B terlihat parkir sejak sore hingga Jumat (1/1/2021) dini hari. 

BERITA TERKAIT :
Tiga Orang Tewas dan Selegram Tertangkap, Pengamat: Tangkap Pemilik Cafe RM dan Brotherhood
Cihuy... Jakarta dan Jatim Bebas Zona Merah, Tetap Jaga Prokes

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) angkat bicara soal pembubaran kerumunan di Titik Nol Kilometer, kawasan Malioboro pada malam Tahun Baru 2021 semalam. Pansus Pengawasan Penanganan COVID-19 DPRD Kota Yogyakarta menyebut Pemkot Yogyakarta ndableg atau keras kepala.

"Pemkot ndableg dan faktanya muncul kerumunan, maka akan mengkaji, apakah rekomendasi dewan yang secara politik ini diabaikan, apakah ke depan berimplementasi hukum," kata Ketua Pansus COVID-19 DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki saat dihubungi wartawan, Jumat (1/1/2021).

Terlebih, lanjut Fokki, saat ini telah muncul maklumat dari Kapolri agar tidak ada kerumunan dengan alasan apapun. Semua itu untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Soalnya kan sudah muncul maklumat dari Kapolri untuk tidak adanya kerumunan dengan alasan apapun," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menambahkan kerumunan malam tadi merupakan konsekuensi bagi Pemkot Yogyakarta. Namun dia mengaku tidak melihat langsung kerumunan yang terjadi.

"Saya tidak melihat sendiri hanya melihat dari CCTV yang dimiliki Kominfo memang terlihat sepi. Tapi kalau memang ada kerumunan, ini konsekuensinya kalau ketiga lokasi tersebut dibuka," ujarnya.

Menurutnya, langkah ke depan yang perlu diambil untuk anitisipasi yakni menambah tempat tidur maupun tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit di Yogyakarta.

"Jadi sekarang berharap tidak terjadi klaster baru. Untuk antisipasi dengan cara menambah kapasitas bed rumah sakit maupun tenaga kesehatan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, personel petugas gabungan membubarkan sejumlah kerumunan yang muncul di kawasan titik Nol Kilometer Yogyakarta. Aksi ini berlangsung di ruas pedestrian sisi Utara maupun selatan simpang empat Titik Nol Kilometer saat puncak pergantian Tahun Baru 2021.

Arus manusia terlihat mengerumuni titik nol kilometer menjelang pukul 00.00, Kamis (31/12). Tampak sejumlah petugas dengan pengeras suara membubarkan meminta warga untuk tidak berkerumun.

"Ayo, ayo jangan berkerumun. Berbahaya," seru seorang petugas.

Kerumunan ini hanya berjalan memutar. Pada awalnya menyeberang jalan menuju kawasan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Mengetahui tak ada kegiatan apapun, kerumunan kembali ke arah utara.

"Mereka kebingungan mau nonton apa ke sini. Kerumunan memang sempat ada tapi itu kebingungan mau mencari apa," jelas Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ditemui di sela-sela pemantauan kawasan Malioboro Yogyakarta, Jumat (1/1) dini hari.

Heroe mengklaim kondisi Malioboro relatif kondusif. Munculnya kerumunan tidak dalam waktu lama. Selain itu pengunjung terus berjalan kaki tanpa berhenti. Selain itu juga tak terjadi kemacetan di ruas jalan lokasi tersebut.

"Saya melihat tidak ada kerumunan. Dibanding hari biasa malah lebih banyak hari biasa. Ya itu tadi, mereka bingung mau cari apa," katanya.