Kamis,  28 January 2021

Jakarta 'Rem Darurat', Penumpang KRL Bogor Dan Bekasi Bawa Mobil 

NS/RN/NET
Jakarta 'Rem Darurat', Penumpang KRL Bogor Dan Bekasi Bawa Mobil 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Rem darurat atau PSBB ketat yang diberlakukan DKI Jakarta membuat warga di Bogor, Jawa Barat beralih. Mereka memilih bawa kendaraan pribadi ketimbang naik KRL. 

"Saya bawa mobil mas. Kan PSBB ketat jadi gak macet," tegas Ardi warga Bogor, Jawa Barat kepada wartawan, Senin (11/1). 

Ardi biasanya naik KRL jam 7 pagi dari Bogor menuju Cawang. "Naik KRL ngeri penuh jadi kita ke kantor bawa mobil. Gak apalah boros bensin dan tol," bebernya.

BERITA TERKAIT :
Keluhan Penumpang KRL, Yang Muda Serobot Kursi Ibu Hamil Dan Tarikan Rem Masinis
Rawan Penularan Corona, Hiburan Malam Tetap Tutup

Begitu juga Idan. Warga Bekasi ini tidak lagi naik KRL karena adanya PSBB ketat. "Kantor masuk kerja biasa, jadi saya bawa mobil aja sampai ke kantor di Senen," tukas pemilik percetakan UMKM ini.

Diketahui, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat, pada hari pertama pemberlakuan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin (11/1) pagi, kondisi seluruh stasiun terpantau lancar, kondusif, dan pengguna tetap tertib untuk antre naik KRL. Namun, terjadi penurunan jumlah penumpang mencapai belasan persen.

Vice President Corporate Secretary PT KCI, Anne Purba mengatakan, hingga pukul 08.00 WIB, jumlah pengguna KRL sebanyak 95.440 orang. Anne menyebut, jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu.

"Berkurang sekitar 13 persen dibanding waktu yang sama pada Senin pekan lalu yang mencapai 109.297 orang," kata Anne dalam keterangan tertulis resminya di Jakarta, Senin.

Anne mengungkapkan, beberala stasiun yang mencatat terjadinya penurunan jumlah penumpang, di antaranya adalah Stasiun Citayam sebanyak 8.098 pengguna atau turun empat persen dibanding waktu yang sama pekan lalu. Kemudian, di Stasiun Bogor menurun hingga 27 persen dengan jumlah penumpang 6.225 orang dan Stasiun Rangkasbitung sebanyak 2.871 pengguna atau turun 13 persen.

Meski demikian, Anne menegaskan, pihaknya telah menyesuaikan operasional KRL terkait adanya kebijakan PPKM. Dia menuturkan, mulai hari ini jumlah KRL yang beroperasi sebanuak 964 perjalanan per hari. "Dimulai pukul 04.00-22.00 WIB sejalan dengan pemberlakuan PPKM di Jawa dan Bali," ujarnya.

Ane menambahkan, PT KCI berharap agar para pengguna KRL dapat mengatur perjalanannya dengan lebih fleksibel dan memiliki kesadaran untuk tidak naik ke dalam kereta yang telah terisi oleh para pengguna sesuai marka yang ada. Anne mengungkapkan, informasi jadwal, posisi kereta, dan pantauan kepadatan di stasiun dapat dilihat melalui aplikasi KRL Access.

Seluruh protokol kesehatan dan aturan tambahan dalam menggunakan KRL pun tetap berlaku. Aturan-aturan tambahan tersebut, yakni bagi orang lanjut usia (lansia) atau berusia 60 tahun ke atas, tiap harinya hanya dapat menggunakan KRL di luar jam sibuk, yaitu pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.