Selasa,  15 June 2021

Tergiur Diskon Jumbo, Kerugian Korban Grabtoko 17 Miliar 

NS/RN/NET
Tergiur Diskon Jumbo, Kerugian Korban Grabtoko 17 Miliar 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Jangan percaya dengan diskon besar. Sebab, diskon-diskon itu bisa saja menipu. 

Seperti dialami ratusan orang yang tergiur dengan diskon jumbo Grabtoko. Para korban akhirnya lapor ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). 

Jika ditotal kerugian para korban Rp 17 miliar. Desty Nurcahyani menjelaskan alasan dia percaya kepada Grabtoko. Selain diskon yang ditawarkan hingga 90%, Grabtoko memasang iklan di berbagai video tron dan televisi untuk membuat calon korban percaya.

BERITA TERKAIT :
Sembako Kena PPN Bocor, Sri Mulyani Kikuk Jawab Info Mobil Dapat PPnBM
Diskon Besar Mobil Innova Dan Fortuner Dibulan April

Desty pun menganggap e-commerce yang menjual berbagai elektronik itu sedang 'bakar duit' sebagai pendatang baru.

"28 Desember aku baca tweet dari sobat HP waktu itu isinya screen shootan dari diskon di Grabtoko. Aku langsung berpikir positif waku itu, jangan-jangan campaign karena sudah banyak juga akun-akun besar naikin si Grabtoko ini," katanya di Graha Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021).

Ditambah waktunya bertepatan dengan keinginannya membeli HP. Itulah sebabnya tanpa pikir panjang dia memutuskan mentransfer uang sebesar Rp 23 juta untuk pembelian dua handphone (HP).

"Saat itu memang aku lagi ada rencana beli HP dan menemukan iklan Grabtoko di bawah flyover PIM, jadi bikin nambah kepercayaan kalau ini benar. Terus aku tanya teman yang suka insta story duluan, transfernya ke PT Grab Toko Indonesia. Wah legal nih jadi kita percaya aja, saya transfer Rp 23 juta beli iPhone 11 Pro, harga normalnya Rp 19 juta jadi Rp 11,5 juta," ucapnya.

Namun sudah satu minggu barangnya tak kunjung datang. Rupanya tak hanya dirinya yang mengalami kejadian seperti itu, pembeli lain di Grabtoko bernama Mukhlis Said pun bernasib serupa.

Mukhlis merupakan korban Grabtoko dengan kerugian Rp 22,9 juta untuk pembelian tujuh HP dengan berbagai merek. HP tersebut niatnya akan diberikan kepada istri dan adiknya, sisanya untuk dijual kembali.

"Lima HP Xiaomi Poco X3 Rp 7,7 juta aslinya kalau mau (satunya) Rp 4 juta. Satu iPhone SE Rp 4,65 juta, iPhone 12 harganya Rp 10,427 juta, total Rp 22,9 juta," jelasnya.

Dia merasa percaya dengan Grabtoko karena ada kerabatnya yang bekerja di sana. Berbagai iklan dengan merek tersebut juga dikatakannya sudah banyak, sehingga dia berpikir akan menjadi korban penipuan.

"Karena kebetulan teman saya cerita kerja di Grabtoko, ada iklannya juga sudah banyak di Bundaran HI atau Sudirman gitu. Saya langsung ngomong ke dia, akhirnya saya coba milih barang dan akhirnya beli," imbuhnya.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Slamet Uliandi mengatakan barang-barang yang ditawarkan dengan harga murah itu ternyata tidak dikirimkan ke pembeli usai transaksi dilakukan.

Kasus itu terungkap usai polisi meringkus bos PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 20.00 WIB di sekitar wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa barang elektronik dan beberapa identitas dari tersangka.