Senin,  08 March 2021

Tekan Polusi Udara

KONI Ajak Warga DKI Budayakan Jalan Kaki Saat Pandemi 

NS/RN
KONI Ajak Warga DKI Budayakan Jalan Kaki Saat Pandemi 
Aksi jalan kaki pengurus KONI DKI Jakarta di kawasan Thamrin-Sudirman..

RN - KONI DKI Jakarta mengajak warga Jakarta agar membudayakan jalan kaki. Selain bisa menambah kesehatan, jalan kaki juga mampu menekan polusi udara. 

Apalagi saat ini ruas jalan kaki dan trotoar yang dibenahi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah nyaman untuk pejalan kaki. Sebut saja di kawasan Cikini, Thamrin dan Sudirman. 

Saat ditemui wartawan, terlihat beberapa pengurus KONI DKI Jakarta sedang melakukan aksi jalan santai di ruas Jalan Thamrin, Sudirman dan Cikini. "Kini ruas jalan kaki di Thamrin, Sudirman dan Cikini sudah nyaman. Kalau udara segar tentunya tubuh bisa makin sehat. Tapi, tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan (prokes)," tegas Sekum KONI DKI Jakarta Jamron kepada wartawan, Selasa (23/2). 

BERITA TERKAIT :
Bongkar 10 Ruas Trotoar, Inilah Surga Pejalan Kaki Bagi Warga Jakarta  
Dispora DKI Siapkan Tim Untuk Monitoring Dan Evaluasi Atlet 

Jakarta kata Jamron, sudah membuat terobosan di mana pejalan kaki sudah diistimewakan dan menjadi raja.

"Ruas jalan untuk jalan kaki sudah lebar. Setiap pagi banyak warga olaharaga sepeda dan jalan kaki di Thamrin-Sudirman serta Kota Tua," ungkapnya. 

Belum lagi kata Jamron, kebijakan Low Emission Zone (LEZ) atau Zona Emisi Rendah di Kota Tua , Jakarta Barat yang saat ini sudah bisa dinikmati warga. "Ini adalah sarana olahraga untuk warga agar tetap sehat dan bugar," terangnya. 

Jamron meminta agar Pemprov DKI Jakarta terus melakukan inovasi untuk terus memperbanyak kawasan bagi pejalan kaki. "Karena inilah olahraga paling diminati dari anak muda dan para lansia. Saya harap ada pengembangan ruas pejalan kaki dan sepeda hingga ke pinggiran ibukota," tambahnya. 

Jamron mencontohkan, saat ini berdasarkan data kalau kawasan rendah emisi (low mission zone/LEZ) yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta di Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, sejak 8 Februari 2021 berdampak signifikan, yakni menjadikan kualitas udara di sekitarnya membaik.

Berdasarkan hasil analisis laboratorium, hasil pengukuran kualitas udara di Kota Tua pada kondisi sedang dan menjadi baik setelah penerapan LEZ.

Melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), angka indeks dari kandungan sulfur dioksida (SO2) yang terpantau pada gas buangan kendaraan solar saat pelaksanaan LEZ di Kota Tua menunjukkan penurunan.

Seperti pada 6 Februari 2021 di angka 58, kemudian di 7 Februari 2021 di angka 53. Indeks kandungan SO2 di tanggal 8 Februari 2021 berkurang menjadi 49.

Selain itu, kadar debu yang ada di kawasan Kota Tua juga berkurang. Indeks PM 2,5 menunjukkan di 6 Februari 2021 berada di angka 28, di 7 Februari 2021 di angka 22, dan di 8 Februari 2021 berkurang di angka 18.