Senin,  12 April 2021

Cihuy... Jakarta dan Jatim Bebas Zona Merah, Tetap Jaga Prokes

NS/RN/NET
Cihuy... Jakarta dan Jatim Bebas Zona Merah, Tetap Jaga Prokes

RN - Jakarta dan Jawa Timur (Jatim) bebas zona merah. Satgas Penanganan COVID-19 memperbarui data peta risiko COVID-19 di Indonesia. 

Ada 16 kabupaten/kota yang kasus positifnya menurun. Hal itu terlihat dari situs COVID-19.go.id, Senin (1/3/2021) per 21 Februari 2021.

Padahaln, pada periode 14 Februari disebutkan kalau zona merah mencapai 44 daerah kabupaten/kota. Itu berarti ada 28 daerah yang terbebas dari zona merah.

BERITA TERKAIT :
Banyak Warga DKI Ogah Pakai Masker, Warga: Saya Pikir Sudah Bebas 
Ogah Pakai Masker, Warga DKI Masih Banyak Sok Kebal

Daerah yang memiliki zona merah terbanyak ada di Provinsi Bali sebanyak 4 kabupaten dan kota. Bali sebelumnya punya 6 kabupaten/kota yang masuk zoa merah.

Di urutan kedua ada Jawa Tengah. Namun jika periode sebelumnya ada 8 daerah di Jateng yang masuk zona merah kini berkurang menjadi 3 kabupaten/kota saja.

Disusul Kalimantan Tengah dan DI Yogyakarta dengan 2 daerah yang masuk zona merah. Daerah dengan populasi besar lain seperti DKI Jakarta, Jawa Timur yang di periode sebelumnya masih ada zona merah kini sudah tidak memiliki daerah zona merah.

Berikut data lengkap zona merah Corona per 21 Februari 2021:

Sulawesi Selatan
Kota Palopo

Nusa Tenggara Timur
Kota Kupang

Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram

Kalimantan Tengah
Gunung Mas
Kota Palangkaraya

Kalimantan Selatan
Kota Baru

Jawa Tengah
Banyumas
Purbalingga
Klaten

Jawa Barat
Kota Bekasi

DI Yogyakarta
Kulon Progo
Bantul

Bali
Kota Denpasar
Badung
Gianyar
Bangli

Namun sebagai catatan daerah yang masuk zona risiko sedang atau oranye masih banyak yakni 389 kabupaten/kota atau 75,68 persen. Seperti pernah disampaikan juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, daerah di zona oranye kalau tidak waspada bisa saja kembali ke zona merah.

Penurunan zona merah seiring tren penurunan kasus positif di Indonesia, rata-rata kasus harian di Indonesia kini berkisar antara 8.000 kasus. Per 28 Februari kemarin ada sebanyak 5.560 kasus baru COVID-19 dilaporkan pemerintah. Pemerintah mengklaim PPKM Mikro ini efektif mengurangi tingkat penularan Corona. Begitu juga dengan vaksinasi yang masih dilakukan cukup menekan penularan virus Corona.