Senin,  12 April 2021

Anies Warning Banjir, Warga: Gue Dah Biasa Angkat Kulkas Dan Kasur

NS/RN/NET
Anies Warning Banjir, Warga: Gue Dah Biasa Angkat Kulkas Dan Kasur
Ilustrasi banjir di Jakarta.

RN - Warga bantaran banjir sebaiknya waspada. Karena, dalam sepakan ini diprediksi akan terjadi cuaca ekstrem. 

Ibnu warga Kembangan, Jakbar mengaku, dirinya sudah biasa rumahnya terendam. Bahkan, setiap banjir dia harus angkat kulkas dan kasur ke plafon. 

"Gue dah biasa angkat kulkas dan kasur," tegasnya kepada wartawan, Senin (5/4) malam. 

BERITA TERKAIT :
Bantuan Telat Datang, Wajar Saja Warga NTT Semprot Risma 
Bencana NTT, Masih Banyak Korban Tertimbun Di Lembata dan Alor

Begitu juga dengan Abdul. "Saya setiap tahun selalu angkut barang kalau banjir," bebernya. 

Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan ibu kota diprediksi dilanda cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.

Anies mengatakan, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinamika atmosfer-laut menunjukkan La Nina masih berlangsung paling tidak hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral.

Selain itu, BMKG mendeteksi adanya 2 bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Intensitas kedua bibit siklon tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Secara tidak langsung keberadaan bibit siklon tersebut dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatkan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia.

"Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia. Dalam sepekan kedepan potensi HUJAN sedang-lebat diprediksi terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," kata Anies di akun Instagram, Senin (5/4/2021).

Potensi gelombang tinggi lebih dari 4 (empat) meter juga diprediksi terjadi di wilayah Perairan Selatan Banten, dan Samudra Hindia Barat, Kep. Mentawai, hingga Selatan Jawa Barat.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dll) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi - yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dil.

"Warga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan membaca buku 'Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir bagi Masyarakat' melalui link tiny.cc/ bukusakusiagabanjir," tutupnya.