Senin,  12 April 2021

Selama Uji Belajar Tatap Muka, Dishub Sediakan 50 Bus Biar Siswa Tak Nyasar

DIS/RN
Selama Uji Belajar Tatap Muka, Dishub Sediakan 50 Bus Biar Siswa Tak Nyasar

RN – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 50 bus sekolah untuk mendukung uji coba pembelajaran tatap muka, Rabu (7/4/2021).

"Mulai hari ini kami sudah mengoperasionalkan bus sekolah di beberapa rute dan wilayah yang sekolahnya sudah melaksanakan tatap muka," kata Syafrin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Syafrin mengatakan, pihaknya menyiapkan 50 bus dengan 100 awak selama uji coba pembelajaran tatap muka 7-29 April 2021.

BERITA TERKAIT :
Siswa yang Nongkrong Usai Belajar Tatap Muka Bakal Disemprit
Banyak Orang Tua di Jakarta Belum Izikan Anaknya Sekolah Tatap Muka

"Prioritas sekolah yang dilayani bus sekolah mulai jenjang SMP dan SMA sederajat baik negeri maupun swasta," kata Syafrin.

Sementara mengenai jam operasional bus mengikuti jam pembelajaran yang dilaksanakan masing-masing sekolah. Bus sekolah beroperasi mulai pukul 04.30 sampai dengan 17.30 WIB.

"Titik stars bus sekolah mendekati ke sekolah bisa fleksibel atau jemput bola standby di sekolah saat jam pulang sekolah," kata dia.

Aturan mengenai protokol kesehatan, ujar Syafrin, tetap diberlakukan seperti kapasitas bus maksimal 50 persen dan persiapan alat pelindung diri minimum seperti hand sanitizer dan masker di setiap bus.

"Serta pembersihan bus dengan spray disinfektan atau penguapan," kata Syafrin.

Sebelumnya, ada kejadian lucu, di hari pertama pembelajaran tatap muka. Ada siswa yang tersasar lantaran setahun lamanya tidak pernah ke sekolah.

Di SMKN 2 Jakarta juga ada kejadian lucu. "Iya ada dua siswa tadi yang sempat nyasar ke sini (SMKN 2)," kata Guru Matematika SMKN 2 Jakarta, Sri Murni, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan, dua siswa tersebut berasal dari luar Jakarta dan menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk menuju ke sekolahnya. Saat itu, lanjut dia, Kedua siswa tersebut salah turun di stasiun.

"Mereka ini malah turun di stasiun yang jauh dari SMKN 2. Jadi, mereka kayaknya agak telat sedikit," ungkap Sri.

Para guru pun memaklumi hal tersebut lantaran setahun lebih para siswa tidak pernah lagi ke sekolahnya.