Senin,  12 April 2021

Uji Coba Belajar Tatap Muka, Emak-emak Enggak Stres Lagi

DIS/RN
Uji Coba Belajar Tatap Muka, Emak-emak Enggak Stres Lagi

RN – Uji coba belajar tatap muka yang dimulai hari ini, Rabu (7/4/2021) ternyata meringankan beban para orang tua, khususnya kaum ibu-ibu. Ya, mereka tidak lagi kesulitan mengawasi anak-anaknya belajar daring dari rumah.

Seorang ibu bernama Linda (43) mengaku senang anaknya kembali ke sekolah sehingga ia tak perlu lagi repot membimbing anaknya untuk belajar di rumah. "Baguslah meringankan beban orangtua di rumah," katanya seperti dilansir dari Kompas.Com, Rabu (7/4/2021).

anaknya kerap kesulitan menangkap pelajaran saat sekolah dari rumah. Anaknya yang duduk di kelas 4 SD itu juga cenderung bermalas-malasan dan tidak semangat belajar.

BERITA TERKAIT :
Siswa yang Nongkrong Usai Belajar Tatap Muka Bakal Disemprit
Banyak Orang Tua di Jakarta Belum Izikan Anaknya Sekolah Tatap Muka

"Apalagi bangun pagi, jadi susah. Soal keluar jam 07.00, dia bangun jam 08.00," ujar Linda. Linda pun mengaku kewalahan.

"Kan saya sudah lama enggak sekolah, jadi susah. Jadi kakaknya yang kuliah yang kadang ngajarin," kata dia.

Linda mengaku tidak terlalu khawatir dengan pandemi Covid-19 yang kini masih berlangsung. Ia sudah melakukan sejumlah persiapan agar anaknya tak rentan terpapar virus, salah satunya dengan menyediakan multivitamin.

Senada, Umi (42) juga bersyukur putranya bisa kembali belajar di sekolah. Sebab, anaknya sulit diatur ketika disuruh belajar di rumah.

"Kalau saya sih alhamdulillah (bisa sekolah tatap muka). Namanya anak dibilangin suka main juga. Kami orangtua pusinglah, nambah kerjaan," ujarnya.

Umi juga mengaku kerepotan saat harus mengajari anaknya di rumah. Sebab, sebagai ibu rumah tangga, Umi juga kerap membantu sang suami berdagang. Ia juga tak terlalu memahami materi pelajaran anaknya.

"Kan pelajaran kita yang dulu dan sekarang beda. Paling kakaknya ikut bantu," ucap Umi.

Umi pun mengakui ada sedikit kekhawatiran anaknya terpapar Covid-19 dengan belajar tatap muka di sekolah. Namun, ia meyakini pihak sekolah dan seluruh siswa bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

 "Ya dibilang khawatir pasti, tapi kan sudah dipersiapkan, pakai masker dan sebagainya," ujar dia.