Minggu,  20 June 2021

Jaga Ketahanan Pangan

Jakarta Tergantung Petani Daerah, Anies-Kofifah Mesra Di Ngawi  

NS/RN/NET
Jakarta Tergantung Petani Daerah, Anies-Kofifah Mesra Di Ngawi  
Anies Baswedan dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

RN - Anies Baswedan punya cara sendiri untuk balas budi kepada petani. Gubernur DKI Jakarta ini meneken MoU dengan Pemkab Ngawi terkait ketahanan pangan beras. 

Anies menyebut, Jakarta punya ketergantungan tinggi terhadap produk pertanian di luar DKI.

"Jakarta punya ketergantungan pangan dari luar 99 persen. Karena luas kawasan kita 92 persen utuh bangunan kota. Jakarta punya ketergantungan tinggi terhadap produk pertanian di luar Jakarta, salah satunya di Jatim," ujar Anies saat di Dusun Alas pecah, Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Minggu (25/4/2021).

BERITA TERKAIT :
Jurus Jitu Anies Baswedan Jika Wisma Atlet Penuh Pasien
Jokowi & Anies Kerja Bareng, Netizen: Ini Baru Pemimpin 

Menurut Anies, kerja sama antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi kali ini bisa meningkatkan kesejahteraan para petani. Ia mengaku, ingin membalas budi ke petani dengan sistem tersebut.

"Kita tidak ingin terus menerima berasnya dengan kualitas baik, tetapi tidak memikirkan kesejahteraan pertaniannya. Dengan sistem di sini, sistem resi gudang, agar para petani dapat manfaat lebih besar, lebih meningkat kesejahteraan. Petani di Ngawi punya kepastian akan hasil taninya dengan sistem resi gudangnya, kami juga punya kepastian akan pasokannya. Kata kunci berkeadilan benar-benar jadi ikhtiar kita semua. Petani dapat manfaat, kami dapat manfaat. Dan ini bentuk terima kasih tentu kita berbalas budi, kepada petani yang sudah menyiapkan pangan pada kami di perkotaan," bebernya.

Anies menjelaskan, kebutuhan beras di DKI sangat tinggi. Sekali saja, ketahanan pangan di DKI bergejolak, Anies menyebut bisa berdampak pada inflasi.

Dia juga berterima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang membuka peluang kerja sama DKI.

"Sistem kerja sama di sini, ada PT Food Station Cipinang Jaya, kami ucapkan terima kasih ke Pemkab Ngawi dan seluruh jajaran untuk MoU kita sehingga bisa berkembang lebih luas lagi. Dan Bu Khofifah membuka pintu kerja sama lebih luas lagi, dan manfaatmya bisa dirasakan bagi masyarakat di Jatim dan Jakarta," tandasnya.

Anies dan Khofifah sendiri merupakan mantan menteri di kabinet Presiden Jokowi periode pertama 2014-2019. Keduanya juga merupakan juru bicara Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014.

Pertemuan Anies-Khofifah ini dalam rangka MoU antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi di Dusun Alas pecah, Desa Geneng, Kabupaten Ngawi. Sebelum ke Ngawi, Anies dan Khofifah sempat bertemu di Balai Kota Madiun.