Sabtu,  18 September 2021

Bandingkan Kinerja Risma Dan Khofifah, PDIP Cabut Dukungan Untuk Bupati Alor Amon Jobo 

NS/RN
Bandingkan Kinerja Risma Dan Khofifah, PDIP Cabut Dukungan Untuk Bupati Alor Amon Jobo 
Risma dan Amon Jobo.

RN - Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Amon Jobo apes. PDIP mencabut dukungan buat Amon lantaran dituduh telah mencaci maki Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma.

Selain Risma, Amon juga mengumpat Ketua DPRD Kabupaten Alor. Umpatan dalam video itu viral. Pencabutan dilakukan melalui Surat DPP No 2922 /IN/DPP/VI/2021 ditandatangani oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Pencabutan ini dilakukan karena DPP PDIP pada November 2017 mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada Amon Jobo untuk berkontestasi pada Pilkada Alor 2018.

BERITA TERKAIT :
Jakarta Macet lagi saat Penerapan Ganjil Genap, Netizen Malah Senang
Viral, Helm DKI Dishub Dicuri di Balaikota

“Melalui Surat Pencabutan Dukungan ini, DPP juga menginstruksikan kepada DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di kab Alor,” kata Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira, Rabu (2/6/2021).

Dia mengatakan, bahwa perilaku bupati Alor yang mencaci maki menteri sosial dan ketua DPRD Alor sangat tidak pantas.

“Apalagi dengan kata-kata makian yang sangat "jorok" disertai ancaman merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak pantas dilakukan apalagi oleh seorang pejabat setingkat Bupati,” ujarnya

Seperti diketahui berdasarkan potongan video yang beredar, Amon menyebut Risma tidak mengetahui aturan bagaimana penyaluran bantuan sosial. Bahkan dia membandingkan kerja Risma dengan kerja Khofifah saat menjadi Mensos.

“Pola PKH itu apa? Itu program pusat untuk keluarga harapan. Itu penanganan ada di pemerintah. Bagaimana dia bilang di DPR. Menteri bodoh betul. Masih baik ibu Khofifah. Pantas model begitu tempat itu korupsi, KPK tangkap lagi, nanti saya suruh kasih tahu dia,” ujar Amon.

Amon Djobo membenarkan kejadian tersebut, yaitu sekitar april minggu kedua. Ia pun menyatakan aksi saling maaf pun sudah dilakukan. Mensos Risma pun telah berkunjung ke Pulau Pantar pasca-aksi marah-marah itu. 

“Ketika rapat terbatas dipimpin Presiden, dihadiri Gubernur NTB dan seluruh bupati yang daerahnya terdampak bencara, secara virtual, laporan mensos menyebutkan bantuan dikasi ke Ketua DPRD Alor, nanti berpikir bupati dan gubernur tak ada kerja, kok saya dilewati,” ujarnya, Rabu (2/6/2021). 

Mengenai siapa yang menyebarkan video tersebut, Bupati akan memgambil langkah hukum.