Senin,  02 August 2021

Corona Jakarta Parah, Sekda Marullah Jangan Bengong Aja Di Ruangan

NS/RN
Corona Jakarta Parah, Sekda Marullah Jangan Bengong Aja Di Ruangan
Sekda DKI Marullah Matali.

RN - Ledakan Corona di Jakarta tidak bisa dibendung. Disaat Gubernur Anies Baswedan berjibaku melawan Corona bersama Wagub Ahmad Riza Patria, sosok Marullah Matali tidak muncul.

Mantan Wali Kota Jaksel itu disebut-sebut tidak paham penanganan Corona. Pengamat kebijakan publik dan politik, Tamil Selvan menilai, Anies Baswedan seperti tidak memiliki sekda. 

Sosok Marullah yang seharusnya bisa membantu kinerja gubernur kata Adib, malah tidak terlihat. "Ngapain aja dia duduk di meja dan berdiam diri di kantor," sindir Tamil kepada wartawan, Selasa (15/6) malam. 

BERITA TERKAIT :
Jateng Terbanyak, Kasus Kematian Di Kaltim Dan Lampung Melonjak 
Warga Bogor Seperti Sok Kebal Corona, Ini Faktanya...

Ketua Forum Politik Indonesia ini menuding sejak Marullah dilantik menjadi sekda tidak ada kiprahnya. Bahkan, Marullah juga jarang turun ke bawah. 

Jika dibandingkan dengan almarhum Saefullah kata Tamil, Marullah itu seperti pejabat yang alergi kepada rakyat. "Buat apa jadi sekda? Ini pejabat paling aneh," sindirnya. 

Seperti diberitakan, kenaikan Corona di Jakarta sudah mencapai 300 persen. Data dari Satgas Pemerintah Penanganan Covid-19 menyebutkan ada 11 kabupaten kota dengan kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini.

Dari 11 kota dan kabupaten, hanya Kepulauan Seribu yang aman. 

1. Jakarta Barat mengalami kenaikan kasus 167 persen, BOR 77,33 persen, dan posko terbentuk mencapai 25 persen.

2. Jakarta Timur mengalami kenaikan kasus 103 persen, BOR 58,02 persen, dan posko terbentuk mencapai 46 persen.

3. Jakarta Selatan mengalami kenaikan kasus 85 persen, BOR 78,08 persen, dan posko terbentuk hanya 1,5 persen.

4. Jakarta Utara mengalami kenaikan kasus 128 persen, BOR 81,21 persen dan posko terbentuk mencapai 38 persen.

5. Jakarta Pusat mengalami kenaikan kasus 159 persen, BOR 86,11 persen, dan posko terbentuk mencapai 19 persen.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menekankan pentingnya pembentukan posko, baik di desa maupun kelurahan, untuk menekan angka kasus Covid-19. Satgas mencatat, dari 11 kabupaten kota dengan kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini memiliki perkembangan pembentukan posko yang masih rendah, yakni di bawah 50 persen.

“Masih sedikitnya posko yang terbentuk di 11 kabupaten kota yang ternyata mengalami kenaikan kasus tertinggi menunjukkan absennya penanganan efektif hingga tingkat terkecil, yaitu desa atau kelurahan,” kata Wiku saat konferensi pers, Selasa (15/6).