RN - Pergerakan dolar secara perlahan naik. Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (21/6) berada di level Rp 14.400.
Padahal pada Jumat (18/6) hanya Rp 14.352. Terkereknya dolar disebut-sebut lantaran melonjaknya Corona.
Dolar latah naik setelah kasus baru virus Corona kemarin bertambah 13.737. Total kasus positif mencapai 1.989.909, sembuh 1.792.528, dan meninggal 54.662 jiwa.
BERITA TERKAIT :Prabowo Disegani Pemimpin Eropa & ASEAN, Rapatkan Barisan Lawan Perang Dagang Donald Trump
Danantara Dibekingi BRICS, Indonesia Boleh Optimis Tapi Jangan Sombong Lawan Perang Dagang Donald Trump
Dolar AS berada di level tertingginya Rp 14.424 dan terendahnya Rp 14.360. Meski demikian, berdasarkan data RTI, dolar AS melemah 0,09% terhadap rupiah.
Sedangkan dolar AS menguat terhadap yuan China 0,01% ke 6,4. Kemudian terhadap yen Jepang melemah 0,13% ke 110.
Diketahui, kurs rupiah bergerak melemah 1,72% terhadap dolar AS dalam sepekan terakhir merespon naiknya kasus COVID-19 pasca Lebaran.
Pelemahan kurs menurutnya menjadi indikasi bahwa pemulihan ekonomi Indonesia berisiko terganggu sehingga pelaku usaha maupun investor pesimis ekonomi tumbuh 8% pada kuartal ke II seperti yang sebelumnya diproyeksikan pemerintah.
Kenaikan dolar tentunya bisa mengganggu investor dan pengusaha. Nilai rupiah anjlok secara berkala bisa berdampak pada aksi PHK.