Sabtu,  18 September 2021

India Makin Mencekam, Virus Ke Mana-Mana, Warganya Disuntik Vaksin Palsu

NS/RN
India Makin Mencekam, Virus Ke Mana-Mana, Warganya Disuntik Vaksin Palsu
Ilustrasi

RN - India makin tak terkendali. Setelah varian virusnya menyasar Indonesia kini warganya jadi korban vaksin palsu.

Setidaknya 2.500 orang menjadi korban vaksin Covid-19 palsu. Polisi mengatakan, sekitar 2.000 warga di Mumbai disuntik dengan vaksin Covid-19 yang ternyata adalah larutan garam.

Sekitar 500 orang -- banyak di antaranya penyandang disabilitas juga menjadi korban vaksin palsu di Kolkata.

BERITA TERKAIT :
Semoga Varian Lamda, MU Dan C.1.2 Tidak Seganas Delta
2,5 Juta Warga DKI Ogah Divaksin, Ente Sok Kebal Corona Apa Takut Jarum Suntik

Sepuluh orang yang diduga menawarkan vaksin Covid-19 palsu telah ditangkap, termasuk dua dokter yang berpraktik di rumah sakit swasta di Mumbai, ungkap polisi.

Di Kolkata, polisi menangkap satu orang yang menyaru sebagai aparatur sipil negara. Ia diduga menjalankan enam pusat vaksinasi.

Polisi membongkar kasus vaksin palsu setelah menerima laporan dari politisi setempat yang menaruh curiga. Ia sendiri sempat mendapat suntikan vaksin yang ternyata larutan garam tersebut.

Seorang warga yang menerima vaksin palsu mengungkapkan ia tadinya tidak menaruh curiga dan tidak memperkirakan akan mendapatkan suntikan abal-abal.

"Yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan vaksin sebelum datangnya gelombang ketiga [pandemi virus corona]," kata seorang warga.

Gencarkan produksi vaksin dalam negeri India saat ini meningkatkan produksi vaksin Covid-19 di tengah "tsunami" kasus di gelombang kedua.

Pemerintah berencana menggunakan versi lokal vaksin Novavax, yang akan diproduksi oleh Serum Institute of India (SII). Vaksin ini lebih 90% efektif dalam uji coba klinik tahap akhir di Amerika Serikat, kata SII.

Sejauh ini 260 juta warga disuntik vaksin yang sudah mendapatkan izin, yaitu Covishield, Covaxin dan Sputnik V. Jumlah total kasus Covid-19 di India sudah menembus 29 juta, yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang mencatat lebih dari 33 juta kasus.

Angka kematian tercatat lebih dari 300.000 orang, yang tertinggi ketiga setelah AS dan Brasil.