Sabtu,  18 September 2021

Zaman Lagi Sulit, Besi Tiang Mangkrak Monorel Digergaji 

NS/RN
Zaman Lagi Sulit, Besi Tiang Mangkrak Monorel Digergaji 
Besi tiang monorel yang mangkrak.

RN - Corona memang membuat banyak orang nekat. Alhasil, pencurian tertangkap kamera terjadi di lokasi proyek monorel Jakarta yang mangkrak. 

Kejadian ini pun menjadi viral di media sosial, dalam video yang beredar pencurian besi tiang pancang monorel dilakukan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Sejak awal pembangunan di tahun 2004 proyek ini tidak selesai sampai sekarang. Bahkan, cenderung mangkrak dan ditinggalkan. Kini proyek itu terbengkalai.

BERITA TERKAIT :
Ditengah Pandemi Corona, Dua Pria Bobol Toko Di Pasar Impres Jelambar

Proyek itu hanya menyisakan tiang-tiang pancang yang tersebar di beberapa jalan utama di Jakarta. Salah satunya di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

PT Adhi Karya menjadi pemilik aset tiang-tiang proyek monorel. Kabar terakhir, mereka menyatakan belum mendapatkan perintah lebih lanjut untuk penanganan tiang-tiang monorel yang mangkrak.

Diketahui, nilai investasi monorel diperkirakan saat itu sekitar Rp 600 miliar. Proyek ini digarap pada tahun 2004 era Sutiyoso disebut-sebut sebagai solusi kemacetan di Jakarta. 

Konsepnya dimulai dari stasiun monorel di Casablanca, melewati kawasan sekitar Hotel Gran Melia, Satria Mandala, Kusuma Chandra, Polda Metro Jaya, BEJ, Gelora Bung Karno Senayan, Plaza Senayan, JHCC, gedung MPR/DPR, Taman Ria Senayan, gedung MPR/DPR, Pejompongan, Karet, Sudirman, Setiabudi Utara, Kuningan, Taman Rasuna, kembali ke Stasiun Casablanca.

Lalu, Blue Line: 12,7 km. Dimulai dari Kampung Melayu, melewati kawasan Tebet, Menteng Dalam, Stasiun Casablanca, Ambasador, Stasiun Dharmala Sakti, Menara Batavia, Karet, kawasan Slipi, Cideng, dan berakhir di kawasan Roxy.