Senin,  20 September 2021

Angka Kematian Corona Tinggi, Siapkan Alat Oximeter Di Rumah

NS/RN
Angka Kematian Corona Tinggi, Siapkan Alat Oximeter Di Rumah
Ilustrasi alat oximeter.

RN - Alat Oximeter ternyata penting di rumah. Alat ini berfungsi untuk memantau oksigen dalam tubuh. 

Jika hasilnya di bawah 94 persen, maka pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit. Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tingginya angka kematian akibat Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir ini. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan salah satu penyebab tingginya kasus kematian saat ini karena terlambatnya penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit.

BERITA TERKAIT :
Mau Tekan Corona, Jangan Malu Ikuti Jejak Anies Baswedan
17.660 Orang Di-PCR Tapi Yang Positif 200 Orang, Corona DKI Semoga Terus Jeblok

"Saya sudah cek dengan direktur utama rumah sakit, penyebabnya telat masuk. Saturasinya sudah sangat rendah," kata Menkes saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7).

Karena itu, ia menekankan pentingnya keluarga memantau kondisi pasien dengan menggunakan alat oximeter. Jika hasilnya di bawah 94 persen, maka pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit.

"Kalau itu di atas 95 persen tidak usah dibawa karena akan menuh-menuhin rumah sakitnya, orang yang butuh masuk jadi ga bisa masuk. Biarin di rumah, yang penting ukur saturasi," jelasnya.

Menkes Budi menyebut, jika pasien Covid-19 mendapatkan penanganan lebih dini maka dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Menkes bahkan mengatakan, jika pasien dirawat dengan cepat dan tepat, maka angka kematiannya akan lebih rendah dari kematian kasus TBC maupun HIV.

"Di seluruh dunia dari 100 sakit, yang masuk rumah sakit cuma 20 persen, yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen lebih rendah dari TBC atau HIV, tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat," kata Budi.