Minggu,  24 October 2021

Buntut Dugaan Fitnah Oleh Wamendes PDTT, Demokrat DKI Laporkan Budi Arie ke Polisi

SN
Buntut Dugaan Fitnah Oleh Wamendes PDTT, Demokrat DKI Laporkan Budi Arie ke Polisi

RN - Dugaan fitnah yang dilakukan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi berbuntut panjang. Atas hal itu, kader Partai Demokrat di berbagai daerah mengambil langkah membawa perkara tersebut ke ranah hukum.

Seperti halnya dilakukan sejumlah anggota fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta mendatangi Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (2/8) kemarin. 

Kedatangan mereka didampingi pengacara Partai Demokrat DKI Jakarta, DPD DKI Ricky H Nainggolan, Meri Yanto, dan M. Ichsan untuk melaporkan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi. 

BERITA TERKAIT :
Demokrat: Gugatan KSP Moeldoko Tidak Punya Legal Standing
Peringati HUT PWP 45, Melani: Cita-Cita Para Pejuang Harus Diteruskan!

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta Desie Christyana Sari mengatakan berkas pengaduan yang dilengkapi bukti-bukti sudah diterima langsung oleh penyidik untuk disampaikan kepada Direktur Kriminal Khusus. 

"Postingan yang diunggah pada akun Facebook atas nama Budi Arie Setiadi pada tanggal 24 Juli 2021 pukul 11.53 WIB memuat karikatur diduga berita fitnah. Postingan itu membuat kesan seolah-olah Partai Demokrat menjadi dalang demo mahasiswa yang tidak terjadi," ujar Desie Christyana Sari dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021). 

Selain Desie Christyana Sari, terpantau juga Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat  Mujiyono, Anggota DPRD DKI Fraksi Partai Demokrat Faisal, Ali Muhammad Johan, Wita Susilowaty, serta Kader Partai Demokrat DPD DKI Jakarta lainnya kompak mendatangi Polda Metro Jaya. 

Dalam karikatur itu, jelas Desie Christyana Sari, menggambarkan telapak tangan dengan masing-masing jari diisi oleh boneka yang menggambarkan sosok. Terlihat ada sosok berjas yang berkepala kursi di ibu jari, kemudian pria berkumis dan berekor tikus yang mengantungin dan memegang segepok uang di jari telunjuk.

Kemudian ada juga dua sosok di jari tengah dan jari manis yang tengah berkelahi. Dan sosok seperti pengemis di jari kelingking. 

"Namun yang mencolok adalah tulisan DE-MO-K-RA-T. Gambar itu kemudian dilengkapi dengan tulisan Pakai 'Tangan Adik-Adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya #BONGKARBIANGRUSUH'," jelas Desie Christyana Sari.

Saat ini, akunya, kader-kader Partai Demokrat tengah serius membantu masyarakat menghadapi Pandemi Covid-19 dengan menyalurkan paket makanan, vitamin, obat-obatan dan APD kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. 

"Daripada sibuk menebar hoax dan fitnah, lebih baik kita fokuskan seluruh sumber daya untuk turut membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19," ungkap Desie.

Dikatakan Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat ini, langkah pelaporan Wamendes PDTT ke Polda Metro Jaya dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar setiap postingan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. Sehingga, katanya, media sosial tidak menjadi platform penyebaran fitnah dan hoax. 

"Kita tunggu langkah selanjutnya dari penyidik Polda Metro Jaya, mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti. Kita perangi hoax dan fitnah dari siapapun," tandasnya.