Kamis,  28 October 2021

Puan Pernah Kena Bully, Megawati Cerita Soal Sumbar

NS/RN
 Puan Pernah Kena Bully, Megawati Cerita Soal Sumbar

RN - Megawati Soekarnoputri menyoroti soal kondisi Sumatera Barat (Sumbar). Ketua Umum PDIP ini menyebut Sumbar dulu beda dengan sekarang.

Hal ini dikatakan Mega Dalam peringatan HUT Ke-119 Proklamator RI Mohammad Hatta.

"Dulu saya tahu banyak sekali tokoh dari Sumbar. Kenapa menurut saya sekarang kok kayaknya tidak sepopuler dulukah atau emang tidak ada produknya?" kata Megawati dalam acara yang digelar oleh Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP secara virtual, Kamis (12/8/2021).

BERITA TERKAIT :
Remehkan Megawati, Sukur Jawab Aksi Nyinyir Refly Harun
Kasasi Ditolak MA, HRS Tetap Jalani Hukuman 8 Bulan Penjara

Lalu, Megawati menyebut ketokohan Muhammad Hatta, yang merupakan Proklamator Republik Indonesia bersama dengan Sukarno. Selain itu, Sumbar disebut sebagai wilayah dengan gotong royong yang kental.

"Coba bayangkan tadi sudah ditampilkan siapa Bung Hatta dari masa kecil, saya pernah ke Bukittinggi, makanya sampai saya dapat gelar. Jadi dulu waktu saya kalau ke Sumbar saya melihat saya dapat merasakan sebuah apa ya, naluri kegotongroyongan gitu, karena tentu sangat kental tradisi keislamannya," ujarnya.

"Tapi juga ada saat bersamaan juga menempatkan peran tokoh adat yang disebut ninik mamak, alim ulama, kaum cadiak pandai (intelektual) ke semuanya merupakan kepemimpinan yang khas yang disebut Minangkabau bukannya istilah, tapi seperti panggilan," lanjut Megawati.

Megawati kini merasa aneh terhadap kondisi Sumbar. Bahkan dia disebut sering di-bully atau perundungan soal Sumbar. Tak hanya dia, Puan, yang merupakan anaknya, juga mengalaminya.

"Kok malah ke sini saya mulai berpikir, saya sering berdiskusi karena di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), saya sebagai ketua dewan pengarah. Itu ada Buya Syafi'i, saya suka bertanya kepada beliau kenapa Sumbar yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda," ujarnya.

"Satu waktu pernah saya, Mbak Puan di-bully, saya sampai bingung kenapa saya di-bully ya, padahal dari yang saya mendapatkan sebuah pengertian itu kan ada Bundo Kandung. Jadi itu yang maksud saya... apakah itu sudah tidak berjalan lagi," lanjut Megawati.

Puan Maharani pernah menuai kontroversi soal Sumbar. Peristiwa itu terjadi dalam masa Pilkada Sumbar 2021.

Pada 2 September 2021, Puan mengumumkan dukungan terhadap Mulyadi dan Ali Mukhni. Dua orang itu bukanlah kader PDIP. Mulyadi adalah politikus Partai Demokrat. Sedangkan Ali Mukhni adalah Bupati Padang Pariaman.

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka!" kata Puan, Rabu (2/9/2020).

Namun, pernyataan puan tak berhenti sampai di situ. Puan menyinggung soal Sumbar dan negara Pancasila.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," kata Puan.

Penyataan puan soal Sumbar berhenti. Tidak ada penjelasan atau penyataan lanjutan oleh Puan.

Dalam pilkada itu, Mulyadi berhadapan dengan cagub Gerindra, Nasrul Abit, dan cagub PKS, Mahyeldi. Karena kejadian itu, Mulyadi mengembalikan dukungan dari PDIP. Selanjutnya, Pilgub Sumbar dimenangi oleh Mahyeldi, yang berpasangan dengan Audy Joinaldy.