Minggu,  24 October 2021

Nyaris Keok Dengan Jatim & Jabar, Anak Buah Ngabalin Berjaya Di PON Papua

NS/RN
Nyaris Keok Dengan Jatim & Jabar, Anak Buah Ngabalin Berjaya Di PON Papua
Atlet selam DKI Jakarta saat menerima medali di PON Papua.

RN - Anak buah Ali Mochtar Ngabalin kembali berja di PON Papua. Atlet binaan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu meraih emas dan perak di Bumi Cendrawasih.

Perebutan medali berjalan dramatis tapi, para atlet selam DKI Jakarta itu terlihat gigih berjuang untuk mengharumkan nama ibu kota.

Alhasil, kontingen DKI menambah satu emas dan perak untuk nomor estafet 400 meter bifins putra dan putri di kolam akuatik Stadion Lukas Enembe, Kamis 7 Oktober 2021 pagi.

BERITA TERKAIT :
Lagu 'Aku Papua' Di PON Yang Kini Jadi Masalah 
Lagu Pembukaan PON 'Aku Papua' Digugat Istri Franky Sahilatua 

Medali emas diraih oleh tim estafet putra terdiri dari Andityo Panigoro, Farhan Amran, Sheva Bima dan Marcello. Posisi berikutnya dibuntuti oleh tim Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pada lomba ini, DKI Jakarta sempat unggul di perenang pertama yang dipimpin Andit, disusul perenang Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun perenang kedua dan ketiga  DKI Jakarta yakni Farhan dan Sheva, tercecer di urutan kedua dibalap Jawa Timur.

Meskipun begitu tidak membuat tim estafet DKI Jakarta surut semangat, kerja keras mereka membuahkan hasil. Situasi menegangkan ini ditutup kemenangan oleh Marcello sebagai perenang keempat. Lelaki yang biasa dipanggil Elo ini berenang habis-habisan untuk mengejar ketinggalan dua rekannya, Farhan dan Sheva.

Hasilnya? Emas di tangan DKI Jakarta. Namun demikian, ada peristiwa aneh di kolam, papan digital pencatat waktu pada akhir lomba tidak menunjukkan rekor Jawa Timur.

Sementara, DKI Jakarta yang seharusnya juara pertama sebagaimana terlihat kasat mata justru tertulis juara kedua. Ada apa? Apapun keanehan itu, DKI Jakarta ditetapkan panitia sebagai pemenang sehingga berhak meraih medali emas.

Di bagian estafet 400 meter putri yang terdiri dari Alicia Saphira, Alyssa Kamal, Theresa Nadia dan Joanita Mutiara Hapsari di urutan kedua. DKI Jakarta harus puas dengan medali perak di bawah Jawa Timur. Sedangkan posisi ketiga diperoleh Jawa Barat.

Diketahui Ali Mochtar Ngabalin adalah Ketua Umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesi (POSSI) DKI Jakarta. Politisi ceplas-ceplos ini memberikan motivasi di arena PON sebelum para atlet selam bertanding.

Sekretaris Umum POSSI DKI Jakarta Choirul Aminuddin mengatakan, perjuangan atlet-atlet di PON sudah sangat maksimal.  

Mantan wartawan media nasional yang biasa disapa Cak Choi ini menyatakan, walaupun ada protes disaat awal pertandingan tapi atlet-atlet tetap bertekad mengharumkan nama ibu kota. 

"Kami juga berterima kasih atas dukungan dari KONI DKI dan semua pihak serta kontingen yang bertugas di PON Papua," tegas pria yang hobi nyelam dan naik kuda ini.