Minggu,  24 October 2021

Sabet 7 Emas Di Pon Papua, Ali Mocthar Ngabalin Sumringah

NS/RN
Sabet 7 Emas Di Pon Papua, Ali Mocthar Ngabalin Sumringah
Alexander Damanik, Emas Selam Laut 6000 M di PON Papua.

RADAR NONSTOP - Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) DKI Jakarta bisa tersenyum lepas. Target enam emas yang ditetapkan KONI DKI Jakarta pada PON Papua XX/2021 ternyata bisa diraih. 

Hingga Selasa (12/10), atlet-atlet selam asal DKI Jakarta sudah merebut tujuh emas. Dengan perolehan tersebut, POSSI DKI Jakarta lansung sumringah.

Ketua Umum POSSI DKI Jakarta, Ali Mocthar Ngabalin menilai, keberhasilan para atlet tak lepas dari pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT :
Lagu 'Aku Papua' Di PON Yang Kini Jadi Masalah 
Lagu Pembukaan PON 'Aku Papua' Digugat Istri Franky Sahilatua 

Ali menjelaskan, membina atlet itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Perlu tekad kuat dan kemauan keras. Jika tidak, jangan mimpi punya atlet berprestasi," tegasnya dalam siara pers yang diterima KONI DKI Jakarta.

"Alhamdulillah, POSSI melampaui target," tegas Ali yang juga Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) ini.

Pundi-pundi emas POSSI DKI Jakarta didulang dari nomor renang kolam pada nomor perorangan putra Andityo Panigoro untuk bifins 50 meter dan 100 meter.

Adapun untuk nomor perorangan putri disabet oleh Joanita Mutiara Hapsari untuk nomor 100 meter dan 200 meter. Sumbangan nomor perorangan lainnya dipersembahkan oleh Alex Damanik untuk renang kolam jarak 200 meter putra dan renang laut putra 6000 meter.

"Selamat untuk Alex yang menyumbangkan dua keping emas pada nomor kolam dan laut," jelas Djamhuron P. Wibowo, Selasa 12 Oktober 2021.

Emas lainnya digaruk nomor beregu putra dari tim estafet 400 meter. Para perenang kolam POSSI DKI Jakarta tersebut terdiri dari kwartet Andityo Panigoro, Farhan, Sheva Bima dan Marcello. 

Ali mengatakan, prestasi adalah ukuran keberhasilan dalam pembinaan yang dilakukan secara tertib, disiplin dan berjenjang. "Prestasi di pekan olahraga nasional bisa menjadi tolok ukur pembinaan kita."

Ali yang memegang sertifikat selam Dive Master ini menuturkan, pembinaan atlet di dalam negeri saja tidak cukup, "Atlet perlu diberikan kesempatan berlatih di luar negeri guna menimba ilmu," tambahnya.