Selasa,  30 November 2021

Kaum Nyinyir Makin Getol Serang Anies Baswedan

NS/RN
Kaum Nyinyir Makin Getol Serang Anies Baswedan
Anies Baswedan saat mengunjungi warteg di Palmariam, Jaktim.

RN - Kaum nyinyir makin getol menyerang Anies Baswedan. Kali ini soal warteg di Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur.

Warteg yang didatangi Anies itu disebut merugi. Padahal kata Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni membantah secara tegas isu miring, yang menyebutkan warteg di Palmeriam merugi pasca dikunjungi Anies Baswedan.

Mukroni membantah isu ini setelah beredar kabar miring terkait kabar tersebut melalui portal media online dengan judul yang provokatif yakni 'Pemilik Warteg Tekor Usai Didatangi Anies: Diserbu Warga karena Dikira Dibayarkan'.

BERITA TERKAIT :
Kilas Balik, Gaya Duduk Di Aspal Anies Bikin Buruh Salut 
Anies Boyong Real Madrid, Barcelona Dan Atletico De Madrid Ke Jakarta 

"Pemilik warteg tidak pernah berkomunikasi dengan wartawan yg mempublish berita tersebut," Mukroni setelah dikonfirmasi, pada Jumat(15/10).

Mukroni menambahkan bahwa sumber berita tersebut bukan dari pemilik warteg tersebut. Oleh karena itu, segala isu yang belum jelas validasinya menurut Mukroni perlu segera diklarifikasi. 

Disamping itu, Mukroni juga menjelaskan bahwa kegiatan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) pada Pangan yang dihadiri Gubernur Anies tersebut juga berjalan dengan lancar. Hal ini kembali menepis anggapan bahwa rombongan Pemprov DKI (Gubernur Anies) yang hadir di warteg tersebut menyebabkan kerugian. 

"Semua yang berlangsung acara di warteg sudah semuanya diselesaikan dengan baik. Untuk pemesanan nasi box yang jumlahnya 200 box, jumlahnya 3 juta rupiah, maupun hidangan warteg yang habis di etalase yang disiapkan gratis juga sudah dibayar," tegas Mukroni. 

Bahkan, Mukroni menambahkan bahwa salah rekannya di Kowantara Korwil Jakarta Pusat juga merupakan salah satu saudara dari pemilik warteg tersebut, ikut berkomunikasi dengan dirinya terkait isu miring ini. 

"Pengurus Kowantara Pusat sudah menyampaikan termasuk hidangan yang belum habis dihidangkan, juga dibagikan ke penduduk sekitar warteg," pungkas Mukroni.