Selasa,  30 November 2021

Keok Dengan Lampung & Riau Di PON, Gubernur Sumut Geleng Kepala 

NS/RN
Keok Dengan Lampung & Riau Di PON, Gubernur Sumut Geleng Kepala 
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat melepas atlet PON untuk berlaga ke Papua.

RN - Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi geleng kepala. Wajahnya terlihat kecewa lantaran peringkat pada PON di Papua menurun.

Sumut harus puas meraih 10 medali emas, 22 perak dan 23 perunggu dan terlempar dari 10 besar. Prestasi itu menurun dibanding PON 2016 di Bandung, Jawa Barat. 

Pada PON 2016 di Jawa Barat, kontingen Sumatera Utara menempati peringkat sembilan dengan raihan 16 emas, 17 perak dan 33 perunggu. Sementara hasil PON Papua, Riau dan Lampung di atas Sumut dengan mendapatkan 21 emas (Riau peringkat 8) dan 14 emas (Lampung peringkat 10). 

BERITA TERKAIT :
Gak Ada Lawan, Hengky Silatang Diplot Jadi Ketua Tinju DKI Lagi  
Belum Dibayar, Ratusan Sopir Rental PON Papua Ngambek  

Sebenarnya kontingen Sumut sudah berjuang habis-habisan. Tapi di arena PON, banyak terjadi dugaan kecurangan dari wasit dan dugaan tekanan suporter dari tuan rumah Papua.

Akibat dugaan itu, banyak atlet Sumut yang bingung dan bermain di bawah tekanan. "Pastinya harus kita evaluasi, kita 15 juta penduduk kita, kenapa ini turun," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (21/10/2021).

Edy mengatakan ke depan harus ada kerja sama antara seluruh kabupaten dan kota untuk meningkatkan prestasi atlet di PON. Apalagi Sumut akan menjadi tuan rumah pada PON yang akan datang.

"Ini harus bekerja sama, mencari bibit bibit kita untuk melakukan PON ke depan," tuturnya.

Edy meminta turunnya prestasi Sumut di PON ini tidak menjadi polemik. Dia mengatakan akan mengevaluasi Ketua KONI agar ke depan prestasi Sumut membaik.

"Kita evaluasi (Ketua KONI), semua kita evaluasi nanti apa yang harus kita lakukan," jelas Edy.

Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting menilai capaian Sumut dalam PON Papua ini belum maksimal. Untuk itu dia meminta agar kualitas pelatihan atlet ditingkatkan.

"Dari sisi anggaran apakah sudah memadai atau tidak. Setelah direkrut, bagaimana kemudian pembinaannya, penyediaan pelatih yang berkualifikasi internasional, uji coba ke luar, kalau perlu ke negara asal cabor seperti yang dahulu dilakukan Wushu Sumut ke China," ujar Baskami.

Baskami mengingatkan Sumut akan menjadi tuan rumah PON. Dia berharap penurunan peringkat di PON tidak terulang kembali.

"Kita akan menjadi tuan rumah di tahun 2024. Kejadian ini tak boleh terulang kembali, harus ada peningkatan signifikan," ungkapnya.

Sementara warga Medan yang namanya enggan disebutkan mengaku, mendengar adanya dugaan atlet asal Sumut yang terkesan dicurangi. "PON besok kita tuan rumah, apa mereka mau kita curangi? Tapi kita bukan mental curang bung, lihat nanti di PON Sumut adalah juara sejati sebenarnya dan atlet akan main tanpa tekanan dan kecurangan," tegasnya.