Minggu,  16 January 2022

Komunikolog: Menteri Ngebet Capres Hambat Kinerja Jokowi Dan KPK Makin Dipercaya Masyarakat

BCR
Komunikolog: Menteri Ngebet Capres Hambat Kinerja Jokowi Dan KPK Makin Dipercaya Masyarakat

RN- Dinamika perpolitikan Indonesia di Tahun 2021 membawa gambaran jelas bagi masyarakat, terutama tentang 'ngebetnya' para pejabat dilingkaran kekuasaan untuk maju dalam pencapresan 2024. 

Hal ini disampaikan Ketua Forum Politik Indonesia Tamil Selvan yang melakukan kajian perpolitikan Indonesia tahun 2021. Komunikolog yang akrab disapa Kang Tamil ini menilai bahwa sangat sedikit pemangku jabatan yang bekerja memperbaiki keadaan bangsa untuk masa saat ini.

"Hampir semua berfikir dan berlaku untuk syahwat politik di 2024, sehingga keadaan Indonesia saat ini tidak terperhatikan. Kalau kata orang tua dulu harus 'eling'. Saya melihat hanya KPK yang eling membenahi bangsa untuk saat ini dan terbebas dari syahwat nyapres di 2024," ungkapnya kepada awak media, Sabtu (1/1/2022).

BERITA TERKAIT :
Ternyata Menteri Minta Setoran Ke Dirjen, Jumlahnya Bikin Wow
Ribuan Korban Investasi Gagal Bayar Minta Perhatian Presiden Jokowi

Kang Tamil mengaku memahami pola politik Jokowi di 2020 dan 2021 yang memberikan ruang dikementerian kepada semua aktor politik yang ingin nyapres di 2024, agar disebut tidak berpihak. Namun keluwesan Jokowi tersebut justru membuat roda kinerja pemerintahan justru melambat, karena para menteri yang ingin nyapres itu punya agenda kompetisi sendiri-sendiri yang tidak sejalan dengan visi Jokowi.

"Jokowi tidak ingin meninggalkan jejak keberpihakan, saya paham itu. Bisa jadi Anies juga akan ditarik menjadi menteri setelah selesai masa jabatannya. Namun Jokowi perlu melakukan evaluasi, ternyata keluwesannya itu justru memperlambat kinerja pemerintah," jelasnya.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa sebaiknya Jokowi membebaskan para aktor politik yang 'ngebet' nyapres itu dari posisi menteri. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah dapat bekerja objektif dan tidak terbelenggu syahwat politik praktis.

"Ini awal tahun, awal yang baru. Saya kira ada baiknya Jokowi mereshuffle para menteri yang ngebet nyapres tersebut. Kenyataannya mereka tidak bekerja untuk bangsa, hanya untuk kepentingan dirinya," ujar Kang Tamil.

Kendati demikian, Kang Tamil mencontohkan Menteri Kabinet Jokowi yang justru fokus berkerja walaupun secara sah dinobatkan oleh partainya sebagai capres di 2024. Mereka adalah Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan yang merupakan capres dari Partai Gerindra, dan Airlangga Hartanto sebagai Menko Bid. Perekonomian yang merupakan capres dari Partai Golkar.

"Bukan memihak, tapi perlu kita akui Prabowo dan Airlangga tidak pernah mengunakan predikat kementeriannya untuk politik pribadi mereka, padahal mereka sah diusung partainya masing-masing. Ini yang perlu di contoh para menteri yang lain, jangan manuver ngak karuan, tapi kerjaan ngak beres," kritiknya tegas.

Kang Tamil mengatakan bahwa masih ada dua tahun sebelum 2024 dan Indonesia butuh perbaikan fundamental setelah diserang virus covid19. Dirinya menyarankan Jokowi mengunakan parameter 'key performance indeks' untuk mengevaluasi para menterinya agar laju kinerja pemerintah menjadi lebih baik.

"Pesan saya, jangan karena ingin terlihat netral, justru Jokowi merusak citra nya sendiri. Gunakan saja 'kpi' objektif, dan reshuffle menteri yang bisanya hanya merusak," tutupnya. (***)