Sabtu,  25 June 2022

Bela Ukraina Tapi Bisu Soal Palestina, PKS: Miris! Dunia Pakai Standar Ganda

Tori
Bela Ukraina Tapi Bisu Soal Palestina, PKS: Miris! Dunia Pakai Standar Ganda
Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS Sukamta/Net

RN - Israel telah berhasil merampas Masjid Al-Aqsa. Jumat pekan lalu polisi Israel menyerang 2.000 umat Islam yang baru saja menunaikan ibadah salat subuh di Masjid Al-Aqsa. 

Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS Sukamta menyebut dunia internasional memiliki standar ganda.

"Penjajahan Israel di Palestina sama masalahnya dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Namun, respons negara-negara di dunia berbeda. Dukungan besar kepada Ukraina namun tidak ada dukungan berarti bagi negara Palestina," kecam Sukamta.

BERITA TERKAIT :
Ini Alasan PDIP ‘Emoh’ Koalisi dengan PKS dan Demokrat, Terlalu Banyak Kamuflase
Sempat Unggah Promo Minuman Alkohol bagi yang Bernama Muhammad, PKS: Holywings Tak Cukup Minta Maaf, Cabut Izinnya!

Hal ini menunjukkan bahwa kemanusiaan dan kedaulatan negara berada di bawah kepentingan politik, ekonomi negara-negara di dunia.

Ia melihat kondisi dunia internasional yang terus bergejolak justru menjadi ujian kemampuan Indonesia dalam memimpin dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut.

Posisi Indonesia sebagai Presidensi G-20 tentunya strategis. Menurut Sukamta, Indonesia harus menunjukkan kapasitas kepemimpinan di level dunia baik negara berkembang maupun negara maju dalam menyelesaikan masalah Palestina. 

"Kemampuan diplomasi harus diperkuat, jangan sampai kepemimpinan di G-20 disia-siakan dan membuat negara-negara di dunia kehilangan kepercayaan kepada Indonesia," tegas Sukamnta yang juga anggota Komisi I DPR RI. 

Sebagai informasi Masjid Al-Aqsa diakui internasional sebagai tempat beribadah umat Islam di bawah pengawasan Yordania. Namun, Israel mengabaikan keputusan Internasional dengan menguasai kawasan tersebut kemudian melarang umat muslim Palestina beribadah. Bahkan, negara zionis itu membebaskan rakyat Israel mengunjungi Masjid Al-Aqsa.