Selasa,  29 November 2022

Pelatda PON Digeber, Anggaran KONI DKI Dikelola Secara Transparan 

NS/RN
Pelatda PON Digeber, Anggaran KONI DKI Dikelola Secara Transparan 
KONI DKI Jakarta saat audensi dengan DPRD dan Dispora.

RN - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta diminta untuk membantu secara maksimal anggaran pembinaan atlet. Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pembina KONI DKI Prasetio Edi Marsudi.

Om P sapaan akrab Prasetio, KONI DKI juga harus menggunakan anggaran hibah secara transparan dan terukur. Artinya, anggaran dari APBD DKI itu harus untuk kemajuan atlet.

“Saya ini juga atlet yakni atlet balap mobil. Gimana rasanya kalau tidak ada perhatian dari pemerintah provinsi dalam hal ini Dispora. Saya minta kepada Pak Firdaus selaku Kadispora DKI untuk membantu secara maksimal KONI yang susah payah membina atlet,” ujar Om P. 

BERITA TERKAIT :
Atlet Ski Air DKI Ikut Bantu Pencarian Korban Tenggelam Danau Sunter  
Kejurnas Boling, Ketum PBI DKI: Target Kita Tiga Emas 

"Saya umur 60 tahun masih aktif jadi atlet balap mobil. Jadi, saya tahu persis bagaimana seorang atlet," terang Om P saat audensi dengan jajaran pengurus KONI DKI periode 2022-2026, Dispora DKI dan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Ara di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022) 

Kadispora DKI Jakarta Ahmad Firdaus berjanji siap membantu KONI DKI Jakarta dari segala kepentingan, khususnya dana hibah untuk KONI DKI Jakarta. 

"Kami siap membantu dana yang dibutuhkan KONI DKI Jakarta khususnya dana hibah untuk PON Aceh dan Sumut. Yang penting sesuai saran Pak Pras, asal transparan dan terukur. Artinya, tidak ada lagi anggaran yang tak jelas. Harus bisa dipertanggungjawabkan ke BPK," ujar Firdaus.

Pelatda Dimulai Juli 

Seperti diberitakan, pada bulan Juli 2022, KONI DKI Jakarta sudah menggelar pelatihan daerah (Pelatda) PON Sumut dan Aceh. Saat ini, KONI DKI sedang melakukan tes fisik atlet di GOR Rawamangun, Jakarta Timur.

Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid menjelaskan, sebagai perbandingan di PON Papua, KONI mengirimkan 735 atlet, 150 pelatih, dan 98 asisten pelatih dengan 56 disiplin cabor. 

"Untuk tahun 2022 ini, khususnya dalam menghadapi PON XXI Aceh-Sumut, kami mengikutkan 82 disiplin cabor dengan 1.350 atlet, 250 pelatih dan 200 pelatih," ungkap mantan atlet pelari sprinter ini.

"Untuk itu, kami minta dukungan Pak Pras dan Pak Firdaus untuk merealisasikan anggaran untuk itu karena Pelatda mulai bulan Juli," tegas Hidayat yang juga dosen olahraga UNJ ini. 

Jika dibandingkan dengan PON Papua, kebutuhan anggaran untuk PON Aceh dan Sumut tentunya lebih besar karena KONI DKI Jakarta akan memberangkatkan sekitar 1.350 atlet.