Minggu,  02 October 2022

Merasa Dicemari Nama Brandnya, Indodax Laporkan Dark Tracer ke Polisi

Tori
Merasa Dicemari Nama Brandnya, Indodax Laporkan Dark Tracer ke Polisi
CEO Indodax, Oscar Darmawan

RN - Indodax resmi melaporkan akun twitter Dark Tracer: DarkWeb Criminal Intelligence (@darktracer_int) ke pihak berwajib.

Langkah ini ditempuh manajemen Indodax atas dugaan hoaks yang disebar oleh Dark Tracer di akun twitternya.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan, postingan Dark Tracer telah menciderai citra Indodax sebagai perusahaan kripto terpercaya. Selain itu, postingan tersebut juga membuat keresahan bagi member Indodax dan seluruh pegiat kripto dan blockchain di Tanah Air, bahkan luar negeri.

BERITA TERKAIT :
Jadi Korban Peretasan, Ketua Komisi I DPR Dukung Awak Redaksi Narasi Melapor Polisi
Modus Serangan Digital Awak Redaksi Narasi Dibongkar, Bisa Jadi Trik Antijebol

“Langkah ini akhirnya kami lakukan setelah kami berkonsultasi dengan pihak hukum. Kami selaku manajemen Indodax menilai bahwa Dark Tracer menyebarkan isu yang tidak benar tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami,” kata Oscar melalui siaran pers, dikutip hari ini.

Unggahan isu hoax di akun sosial media dari Dark Tracer dan dilihat oleh banyak orang, menurut Oscar, sangat menyerang brand Indodax yang sudah dibangun selama ini sebagai perusahaan kripto terpercaya di Indonesia.

"Sejak awal Indodax berdiri, kami selalu berfokus pada keamanan dań kenyamanan member kami," imbuhnya.

Oscar pun menambahkan bahwa Indodax akan mempidanakan akun Dark Tracer dengan pasal pencemaran nama baik dan manipulasi informasi elektronik.

Indodax dalam praktiknya sudah menjamin kerahasiaan dan keamanan data member. Apalagi, Indodax sudah memegang tiga sertifikasi ISO sekaligus yaitu ISO 9001, ISO 27001, dan ISO 27017, merupakan satu-satunya perusahaan kripto Indonesia yang memiliki tiga sertifikasi ISO dan sudah mendapatkan legalitas dari regulator kripto di Indonesia.

Indodax menetapkan sistem MFA (Multi Factor Authentication) serta menggunakan teknologi MPC (multi-party computation) dan TAP (Transaction Authorization Policy) untuk mengamankan aset member agar tidak dapat diakses tanpa persetujuan member tersebut.

“Dengan sistem tersebut kami lakukan demi proteksi penuh member. Berhubungan dengan kasus isu hoaks twitter kemarin, saya membantah hal tersebut karena kami sudah pastikan bahwa server Indodax aman dan tidak ada data leaked sebesar 50.000 dari server Indodax seperti yang diberitakan. Saya bisa pastikan server kami aman,” tegas Oscar.

Untuk memastikan agar kegiatan transaksi jual beli kripto jauh lebih aman lagi, Oscar pun mengajak para member untuk bersama-sama menjaga keamanan data masing-masing dengan berhati-hati ketika melakukan login, memastikan bahwa website yang dibuka merupakan alamat INDODAX yang benar, dan tidak asal men-download plugin yang berhubungan dengan crypto di browser, karena rentan disusupi virus atau malware.

“Agar tidak rentan disusupi virus atau malware, saya himbau agar para member untuk selalu memastikan handphone dan browser yang digunakan trading aman dan bersih dari virus,” tutup Oscar.