Selasa,  29 November 2022

Malik Tanjung Calon Ketum MD Kahmi Jaksel: Maju Mundurnya Organisasi Pertaruhan Harga Diri

Tori
Malik Tanjung Calon Ketum MD Kahmi Jaksel: Maju Mundurnya Organisasi Pertaruhan Harga Diri
Ibrahim Malik Tanjung/dok pribadi

RN - Kepengurusan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD Kahmi) Jakarta Selatan telah memasuki masa akhir jabatan.

Ibrahim Malik Tanjung atau akrab disapa Budi dianggap layak mengisi kursi ketua umum MD Kahmi Jaksel periode 2022-2027.

Menurut rekan-rekan semasa aktif di HMI, Budi Tanjung dikenal mudah bergaul, merangkul semua, dan selalu menerapkan prinsip egaliter terhadap semua kalangan, khususnya bagi para juniornya.

BERITA TERKAIT :
Wapres Sebut Banyak Tokoh KAHMI, Peserta Munas Teriak  Anies 
Mobil Yang Dinaiki Presidium MD-KAHMI Kota Cimahi Remuk 

”Bersentuhan dengannya tak pernah berjarak, tanpa sekat dan mau turun ke akar rumput sendi-sendi perkaderan HMI,” ujar kader HMI Jaksel, Faris Hatala.

Hal ini sudah menjadi nilai-nilai hidup yang senantiasa dijunjung Budi pribadi. "Saya selalu punya prinsip hidup bagaimana menjadi seseorang yang punya satu juta kasih," ujar Budi dalam sebuah kesempatan.

Lebih dari itu, Budi juga punya pengalaman baik di dunia organisasi kepemudaan maupun level birokrat. Budi memulai karirnya dari bawah sebagai abdi negara di Kemenkumham RI dari tahun 2006 hingga tahun 2010, lantas dipercaya mengisi posisi kepala Seksi Hukum dan Kerja Sama di BNN RI. Kemudian karirnya melesat dengan amanah tugas sebagai Kapuslitbangdiklat di Bawaslu RI atau setara eselon 2.

Bagi santri jebolan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Sukabumi pada tahun 1992 ini, pilihan berorganisasi merupakan sebuah jalan pengabdian yang sudah dimulainya sejak menjadi mahasiswa jurusan Hukum Universitas Nasional (1995). Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa merawat organisasi sama halnya dengan menyiapkan generasi kepemimpinan anak bangsa di masa depan.

"Karena memikirkan atau mementingkan diri sendiri bukan jaminan seseorang akan selamat atau memperoleh keberkahan Tuhan. Apalagi tak ada satu pun manusia yang bakal hidup selamanya. Maka, kepemimpinan bangsa harus terus dipersiapkan," kata Budi.

Dia berprinsip tidak ada seseorang pun yang hidup tanpa pertolongan orang lain. Sehingga pentingnya hidup diperbanyak dengan memberikan manfaat bagi alam semesta.

"Dari lahir saja manusia itu ditolong orang lain, ada dokter yang membantu persalinan kita dan orangtua yang melahirkan kita, begitu juga nanti sampai Tuhan memanggil kita semua pulang," pungkas lulusan S2 Kriminologi Universitas Indonesia ini.

Alasan lainnya Budi hendak mengabdikan diri untuk MD Kahmi Jakarta Selatan karena merasa keberhasilannya selama ini berkat proses yang dilewati sebagai kader tulen HMI sejak awal mengikuti basic training HMI hingga menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Universitas Nasional 1996-1998.

"Saya ditempa, dilatih dan mendapatkan ilmu kehidupan di HMI yang tidak saya temukan di bangku kuliah, selamanya saya akan ingat pelajaran berharga ini dan saya tidak ingin melupakan dari mana saya berasal," tutur Budi.

Dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati, Budi mengaku siap mengemban amanah sebagai ketum MD Kahmi Jakarta Selatan periode mendatang. Ia janji akan berusaha optimal dalam mengembangkan kemajuan Kahmi ke depannya.

Budi juga rutin mengikuti pendidikan dan pelatihan tingkat internasional di antaranya short course dengan konsentrasi intelijen di Australia pada 2016 silam. Dengan begitu dari segi akademis, pengalaman dan rekam jejak komitmen keorganisasiannya tak perlu diragukan lagi.

"Saya bukan orang yang mudah berjanji tentang sesuatu hal, tapi saya termasuk orang yang mendahului tindakan daripada ucapan. Jadi bagi saya kemajuan atau kemunduran MD KAHMI Jakarta Selatan itu seperti pertaruhan harga diri," tutup Budi.

Terkait pencalonannya ini, Budi telah memperoleh surat rekomendasi resmi dari Kahmi Rayon Universitas Nasional tempat di mana ia mengeyam pendidikan di bangku kuliah atau kampus asalnya.