Rabu,  01 February 2023

Jeblok Terus, The Blues Ulangi Rekor Buruk 20 Tahun Silam

ERY
Jeblok Terus, The Blues Ulangi Rekor Buruk 20 Tahun Silam
Ilustrasi para pemain Chelsea - Net

RN – Graham Potter kembali menjerumuskan Chelsea dalam hasil buruk, menyusul kekalahan 1-0 atas Newcastle United di pekan ke-16 Liga Primer Inggris.

Lewat susunan pemain yang berbeda, Graham Potter mencoba meraba-raba skuad terbaik Chelsea untuk menghadapi Newcastle United di Liga Inggris, Minggu (13/11) dini hari WIB.

Graham Potter melakukan rotasi dengan menurunkan Armando Broja, Conor Gallagher, Lewis Hall, serta Cesar Azpilicueta.

BERITA TERKAIT :
Haus Pemain Bintang, Chelsea Boyong Kompatriot Lionel Messi
Barcelona Ogah Boyong Pemain Incaran Chelsea Ini

Sempat bermain imbang 0-0, gol luar biasa dari Joe Willock di paruh kedua sudah cukup untuk mengubur mimpi The Blues.

Berkat kekalahan itu, tim besutan Potter kini berada di urutan kedelapan klasemen Liga Inggris dan tertinggal delapan poin dari Tottenham Hotspur di peringkat empat.

Kegagalan meraih kemenangan di Stadion St. James’ Park membuat Chelsea mengalami tiga kekalahan beruntun.

Melansir dari Metro, tiga rentetan kekalahan itu merupakan rekor buruk yang didapatkan The Blues untuk pertama kalinya sejak 2002 silam.

Dengan hasil tersebut, tentu Graham Potter kini menuai tekanan yang begitu besar dari seluruh penggemar Chelsea.

Pasalnya, setelah mengawali masa transisi sebagai pengganti Thomas Tuchel, Potter mendapatkan hasil yang mengesankan.

Namun seiring berjalannya waktu, Graham Potter mulai menampilkan boroknya ketika Chelsea terus mendapatkan hasil yang mengecewakan.

Berbicara setelah pertandingan, Graham Potter mengungkapkan bahwa ia kecewa karena Chelsea tidak mampu mendapatkan hasil.

Potter menyebutkan bahwa salah satu alasan dari kegagalan Chelsea dalam beberapa laga terakhir ini karena memiliki banyak pertandingan.

Sejumlah pemain kunci seperti, Reece James hingga Wesley Fofana mengalami cedera, sehingga membuat performa The Blues tidak stabil.

Klub asal London Barat itu juga menghadapi empat tim yang sedang dalam momen terbaik, alhasil kekalahan tak dapat dihindari.