Selasa,  29 November 2022

Munas V Forhati di Palu akan Memilih Presidium Nasional Baru

Tori
Munas V Forhati di Palu akan Memilih Presidium Nasional Baru

RN - Kurang dari sepekan lagi Musyawarah Nasional (Munas) V Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-Wati (Forhati) akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah. 

Agenda lima tahunan Forhati itu akan berlangsung selama empat hari, 24-27 November 2022. 

Munas V Forhati mengangkat tema 'Perempuan Bangkit, Bersinergi Membangun Negeri Menuju Peradaban Baru'. 

BERITA TERKAIT :
Wapres Sebut Banyak Tokoh KAHMI, Peserta Munas Teriak  Anies 
Mobil Yang Dinaiki Presidium MD-KAHMI Kota Cimahi Remuk 

Koordinator Presidium Majelis Nasional Forhati, Hanifah Husein menjelaskan, tema yang diusung dalam munas menyesuaikan kondisi saat ini di mana pola-pola hidup telah berubah akibat pandemi COVID-19. 

"Dulu orang harus berkumpul untuk membicarakan sesuatu, hari ini banyak hal yang bisa diputuskan dengan kita di tempat kita. Peradaban berubah, orang tidak lagi hadir fisik bekerja, berjalan ke kantor. Dengan teknologi yang ada, kita cukup webinar. Demikian juga pola perkuliahan hari ini bisa digital, orang pergi ke pasar  belanja kebutuhan cukup pencet telepon," ujar Hanifah di KAHMI Center, Jakarta, Selasa (15/11/2022) malam. 

Dalam konteks itulah, tambah Hanifah, Forhati memandang penting penguatan ketahanan keluarga menjadi tema sesuai dengan prinsip perempuan adalah tiang negara dan keluarga. Penguatan ketahanan keluarga baik secara ekonomi, sosial, iman itu sendiri, pendidikan, termasuk pangan.

"Ini semua menjadi sebuah kekuatan yang harusnya sudah cerdas bisa disiapkan perempuan-perempuan Indonesia, termasuk peran-peran sosial bukan hanya sumbangan, tapi juga kepedulian kita terhadap lingkungan, sehingga keseimbangan dunia, paru-paru kota bisa betul-betul terwujud, terutama menyiapkan generasi," tutur istri mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan ini.  

Terkait agenda utama, Hanifah berharap presidium nasional baru yang nanti terpilih dalam Munas V Forhati memiliki leadership yang kuat, kepekaan, terpenting pula mampu secara ekonomi. "Kalau dia tidak selesai dengan dirinya, bagaimana dia berjuang," cetusnya. 

Sementara, Ketua Organizing Comitee, Rizky Wahyuni memastikan persiapan munas terus dimatangkan. "Persiapan on going hampir 90 persen, peserta dari MD (Majelis Daerah) dan MW (Majelis Wilayah) sudah kami koordinir, dan akan hadir sekitar 370," ujar Rizky. 

Selain agenda utama, jelas Rizky, dalam rangkaian kegiatan munas ini terdapat seminar nasional dan Forhati Peduli. "Kemudian juga akan ada pemilihan presidium nasional Forhati dengan menggunakan sistem e-voting," beber Kiky, biasa wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta ini disapa.   

Tak lupa dia menyampaikan harapannya agar Munas V Forhati berjalan baik dan lancar. Terlebih adanya dukungan dari Pemda setempat, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi perempuan-perempuan Sulteng yang beberapa waktu lalu terdampak bencana alam. 

"Makanya kita ambil tema 'Perempuan Bangkit, Bersinergi Membangun Negeri Menuju Peradaban Baru'. Kami harapkan kehadiran kami di sana memiliki manfaat dan multiplier effect baik itu secara ekonomi, sosial, lingkungan, serta konsep kemajuan," ujarnya pula. 

Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir membuka Munas XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sekaligus Munas V Forhati di Palu. 

"Pembukaan Munas Forhati dan KAHMI satu kesatuan sama Bapak Jokowi," imbuh dia, mengakhiri.

Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) telah berusia hampir 24 tahun. Didirikan pada 12 Desember 1998, Forhati adalah Badan Khusus di dalam tubuh Kors Alumni HMI yang didirikan untuk memberikan kontribusi di bidang sosial, ekonomi, kemasyarakatan, hingga pemerintah, terutama dalam wacana keperempuanan.