Jumat,  23 February 2024

Kenaikan PBB Gila-Gilaan, Gibran Tolong Cek Lagi Agar Rakyat Tak Menjerit

RN/NS
Kenaikan PBB Gila-Gilaan, Gibran Tolong Cek Lagi Agar Rakyat Tak Menjerit
Gibran Rakabuming Raka.

RN - Hujan protes kenaikan tarif Pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) pada 2023 terus bergulir. Warga Solo umumnya tidak setuju karena kenaikan terlalu tinggi.

Warga meminta Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan koreksi kenaikan PBB. "Ini lagi susah, ekonomi sulit kenapa naiknya edan ya," keluh warga Solo.

Gibran membenarkan adanya kenaikan PBB tahun ini. Untuk besaran kenaikan, Gibran minta ditanyakan langsung kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulus Widajat.

BERITA TERKAIT :
Nih Jadwal dan Aturan Pelantikan Presiden Periode 2024 - 2029
Jokowi Datangi Elit Pendukung Prabowo-Gibran Di Hotel Mewah 

Gibran mengatakan, pemberian stimulus pada warga bukan berarti memberikan diskon pada warga. Namun berupa pembangunan

“Kota Solo itu kota yang nilai tanahnya pasti tinggi. Apalagi rumah sing sekitar Museum Pedaringan sekitar STP (Solo Technopark) dan Water Park, Solo Safari bakal naik,” katanya.

Kepala Bapenda Solo, Tulus Widajat mengatakan, target PBB tahun 2023 sebesar Rp 105 miliar atau naik Rp 10 miliar dibandingkan 2022 sebesar Rp 95 miliar.

“Kami berusaha untuk bisa memenuhi target tersebut, tidak mudah. Tapi kalau kenaikan target setiap tahun itu pasti terjadi,” imbuh dia.

Informasi yang dihimpun, sesuai aturan pusat, kenaikan PBB dilakukan daerah selama lima tahun. Untuk Kota Solo, kenaikan PBB terakhir dilakukan pada 2018.

Warga lainnya, Sumirno hanya bisa garuk kepala. Dia kaget saat melihat meroketnya tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2023.

Kenaikan mencapai tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2022. "Ini namanya mencekik rakyat Mas Gibran. Biasanya saya hanya 400 ribu kok ini jadi satu juta lebih," keluhnya kepada wartawan, Jumat (3/2).

Warga juga mengeluh dan melalui Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS). Dari Jumat (3/2/2023) pagi, banyak keluhan terkait kenaikan PBB yang disampaikan warga karena mereka merasa meroketnya tarif Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Salah satu warga Agustinus Adi Sri Tjahjono yang tinggal di Kelurahan Gilingan tersebut mengeluhkan bahwa kenaikan PBB terjadi secara ugal-ugalan. Pasalnya, pada 2022 ia membayar PBB sebesar Rp 728.605 menjadi Rp 2.223.364 di tahun 2023.

Kendati demikian, Agustinus mengaku bahwa sudah lama tidak ada kenaikan pada PBB. Namun, ia kaget lantaran angkanya naik hampir tiga kali lipat. Ia juga menyebut kebijakan tersebut belum disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Jangan mentang NJOP-nya tidak pernah naik lalu dihajar di tahun 2023. Hitungannya juga tidak di sosialisasikan dan tidak ada pemberitahuan lebih dulu. Mohon bijaksana kalo menaikkan nilai NJOP. Di angka Rp 800 ribu-an lah...kui sing pokro lan pantes (itu sudah layak dan pantas),” tulisnya dilansir dari ULAS, Jumat (3/2/2023).

Keluhan sama juga disampaikan oleh Bernadette Sri Utami yang mempertanyakan kenaikan PBB yang luar biasa tersebut. Ia memahami kenaikan PBB setiap tahunnya. Namun, ia menyayangkan kenaikan yang ia sebut ugal-ugalan.

“Kenapa tagihan PBB untuk tahun 2023 ini naik nya luar biasa nggih? Saya yang semula Rp 900 ribuan, sekarang jadi Rp 3 juta lebih. Tentu itu sangat memberatkan pak. Kami sebenarnya maklum akan kenaikan2 tarif, tp nyuwun tulung, jangan ugal-ugal an Pak,” tulisnya.

Keluhan lainnya disampaikan Yocke karena kenaikan NJOP juga berdampak pada transaksi jual beli tanah yang dilaksanakan tahun sebelumnya. Ia mengatakan bahwa ketika melakukan transaksi dengan kliennya di tahun 2022 nilai NJOP 1.6 Miliar. Namun, tahun 2023 tagihan PBB 2023 NJOP-nya menjadi 6 M naik berkali-lipat.  

“Saat ini sdh mengajukan permohonan banding untuk pajak BPHTB-nya di Pemkot. Tapi agak pesimis karena respon dari Pemkot kemarin juga kurang bagus. Padahal jelas jelas ada bukti lampiran PPJB, nilai jual beli di angka Rp 4.7 miliar tapi pajak harus bayar di angka njop Rp 6 miliar. Menurut saya sangat-sangat tidak fair,” katanya.

Gibran saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Solo mengatakan kenaikan NJOP untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Solo. Dimana PAD Kota Solo tahun 2023 dinaikkan dari RP 740 miliar tahun lalu menjadi Rp 820 miliar tahun ini. "Kejar target (PAD), sini juga pusing targetnya tinggi," katanya, Jumat (3/2/2023).

Kendati demikian, Gibran mengatakan apabila kenaikan NJOP yang tinggi juga akan diimbangi dengan stimulus yang tinggi. "Naiknya tinggi, stimulusnya tinggi juga ya. Nanti nek pengen ada request pengurangan, diskon bisa. Stimulusnya tinggi ya," katanya.

Gibran menilai bahwa kenaikan tersebut karena mengingat nilai tanah di kota solo akan terus naik karena banyaknya wisata yang dibangun. "Solo ini sudah Kota hlo ya, nilai tanah pasti naik apalagi yang rumahnya sekitar Solo Safari, Museum Pedaringan, sekitar Solo Technopark, sekitar Waterpark," jelasnya.