Rabu,  17 July 2024

Erupsi

Gunung Anak Krakatau Batuk, Abunya Nyembur Jauh Dari Lampung Ke Selat Sunda

RN/NS
Gunung Anak Krakatau Batuk, Abunya Nyembur Jauh Dari Lampung Ke Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau.

RN - Gunung Anak Krakatau nyembur. Abu erupsinya nyembur jauh.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan telah terjadi erupsi di Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat, 12 Mei 2023, pukul 09.20 WIB. Tinggi kolom letusan teramati lebih kurang 2.500 meter di atas puncak," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Deny Mardiono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (12/5).

BERITA TERKAIT :
Lampung Jagonya Jalan Rusak, Protes Mira Direspon Jokowi 
Gunung Merapi Sudah Tenang, Tapi Masih Bisa Batuk Dan Erupsi Lagi 

Deny menjelaskan, kolom abu erupsi terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 42 detik.

Sebelumnya, pada Kamis (11/5), PVMBG juga merekam dua erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Lampung Selatan, tersebut. Erupsi pertama terekam mencapai ketinggian 3.000 meter di atas puncak pada pukul 05.19 WIB.

Erupsi itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi lebih kurang 2 menit 12 detik. Erupsi kedua cenderung lebih kecil dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak pada pukul 12.41 WIB. Amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 143 detik.

Sepanjang Kamis kemarin, Gunung Krakatau tercatat mengalami satu kali gempa letusan atau erupsi, satu kali gempa frekuensi rendah, dua kali gempa fase banyak, satu kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik jauh, dan satu kali gempa tremor menerus.

Gunung Anak Krakatau berada pada status level III atau siaga yang ditetapkan sejak 24 April 2022. PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengujung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati gunung api tersebut atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.