Sabtu,  13 July 2024

Mainan Andhi Pramono Banyak, KPK Geledah Produsen Rokok

RN/NS
Mainan Andhi Pramono Banyak, KPK Geledah Produsen Rokok
Andhi Pramono ditahan KPK.

RN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran duit eks Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono. Kali ini yang disasar adalah PT Fantastik Internasional (FI) di Batam.

FI disebut-sebut sebagai produsen rokok. Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri membenarkan kalau FI digeledah.

"Nanti kita sampaikan, masih dalam proses," ungkap Ali, Kamis (13/7).

BERITA TERKAIT :
Rey Utami Si Ratu Properti Punya Harta Rp 6,3 Triliun, Jadi Artis Paling Tajir
Sidang Dugaan Gratifikasi Mantan Kepala Bea Cukai DIY, KPK Panggil Irwan Mussry

KPK menuding Andhi memanfaatkan jabatannya sebagai broker bagi pengusaha yang berbisnis di bidang ekspor dan impor. Dia mengantongi gratifikasi Rp28 miliar.

Andhi juga dicap KPK sebagai broker sejak 2012-2022. Dia bertugas menghubungkan importir untuk mencarikan barang logistik yang dikirim dari Singapura dan Malaysia ke Vietnam, Thailand, Filipina, dan Kamboja.

Sebelumnya, KPK resmi menahan Andhi. Dia diduga memanfaatkan jabatannya sebagai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Makassar untuk menjadi broker atau perantara bagi pengusaha di bidang ekspor impor sejak 2012-2022.

Dalam kurun waktu tersebut, Andhi menerima uang mencapai Rp 28 miliar sebagai bentuk fee. Dia menerima duit gratifikasi itu melalui transfer ke rekening beberapa orang kepercayaannya yang merupakan pengusaha ekspor impor dan pengurusan jasa kepabeanan yang bertindak sebagai nominee.

Dari total uang tersebut, Andhi diduga menyembunyikan sekaligus menyamarkannya dengan membeli sejumlah aset. Hal inilah yang menjerat dirinya atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Selain itu, Andhi juga diduga menggunakan rekening ibu mertuanya untuk menerima gratifikasi. Uang tersebut kemudian dia pakai membeli berbagai keperluan keluarganya. Di antaranya dalam kurun waktu 2021 dan 2022 ia membeli berlian senilai Rp 652 juta, polis asuransi senilai Rp 1 miliar, dan rumah di wilayah Pejaten, Jaksel seharga Rp 20 miliar.