Sabtu,  20 April 2024

Bantah Minta Rp200 Miliar ke Bupati Nelson Pomalingo, Ifana: Fitnah Jahat!  

RN/CR
Bantah Minta Rp200 Miliar ke Bupati Nelson Pomalingo, Ifana: Fitnah Jahat!  
Tangkapan layar media sosial -Net

RN - Ifana Abdulrahman membantah tudingan Kuasa Hukum Bupati Gorontalo Nelson Pomanlingo yang menuding dirinya meminta tebusan bayaran Rp200 Miliar buntut gaduh soal foto dan video syur di media sosial. Dia menyebut, tudingan tersebut sebagai fitnah jahat.

Ifana menegaskan, selama 8 tahun berhubungan dengan Nelson dirinya tak pernah sekalipun berpikiran sejahat itu. Ifana mengaku, selama ini hanya menuntut janji status pernikahan yang sejak awal disampaikan Nelson. Saat itu Nelson belum jadi Bupati dan masih menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

"Gak ada itu, dari mana Rp200 Miliar itu?, bohong!. Mau sampai kemana pun saya tantangin, sini kalau ada," kata Ifana saat dikonformasi wartawan, Jakarta, Rabu (9/8/2023).

BERITA TERKAIT :
Bupati Sidoarjo Sudah Tersangka, Tapi Gus Muhdlor Belum Dibui 
Dipimpin Dito Indeks Pembangunan Manusia di Kendal Naik, Pengamat: Pemimpin yang Sukses dan Berhasil

"Justru, sekarang saya lagi didekatin ini, ada pengacara kondang di Jakarta ngajak ketemu minta ngobrol sama pengacara saya, tapi saya gak mau. Saya gak mau, saya sudah dibohongi  cukup lama. Saya ketawa saja mereka mau bikin fitnah apapun," katanya santai.

"Kasian banget mereka kalau sekarang mau memfitnah (Rp200 miliar), nanti saya buka semuanya. Terserah mereka mau mendzolimi dan memfitnah saya, saya sudah kenyang difitnah sama mereka.

"Saya tunggu Nelson turun sendiri mengahadapi ini. Kalau benar saya ada minta uang Rp200 Miliar, laporkan ke polisi. Kenapa di Polda Gorontalo laporannya pencemaran nama baik?. Tiarap dimana anda selama setahun ini?," tegasnya.

Ifana lantas mengaku, siap kapan saja buka-bukaan soal bukti dirinya yang sering ditiduri oleh Nelson layaknya suami istri. Selama ini Nelson disebutnya juga sering meminta foto dan video syur. "Jika nolak, saya selalu diancam tidak akan dinikahi," ungkapnya.

Akan tetapi, kata dia, setiap kali ditagih status pernikahan, Nelson selalu menghindar dan mengulur-ulur waktu sambil terus menerus meminta jatah dilayani berhubungan badan.

"Hingga akhirnya, kini saya sadar, bahwa saya dipermainkan dan telah menjadi korban kebejatan Nelson. Dan saya sekarang sudah tidak lagi menagih janji status pernikahan. Saya hanya tidak mau orang seperti Nelson ini menjadi Khalifah di Gorontalo. Dia tidak pantas menjadi pemimpin warga Gorontalo," tegas Ifana.

Sebagaimana diketahui, isu Ifana meminta bayaran Rp200 Miliar pertama kali disampaikan oleh kuasa hukum Nelson, Ramdhan Kasim.

Ramdhan menuding Ifana meminta uang tebusan sebanyak Rp200 Miliar. Menurutnya, hal itu sudah termasuk pemerasan.

"Saya jelaskan untuk dana yang diminta sama pak Bupati sampai miliaran berjumlah Rp 200 miliar. Ini pemerasan dan Bupati Nelson sampaikan kepada kami dia merasa ditipu oleh Ifana," kata Ramdhan seperti dilansir dari detik.com, Selasa (8/8/2023).