Jumat,  01 March 2024

YPI As-Saadah Galang Donasi untuk Palestina

RN/CR
YPI As-Saadah Galang Donasi untuk Palestina
-Ist

RN - Yayasan Perguruan Islam (YPI) As-Sa'adah melakukan aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi bagi Palestina. Penggalangan donasi dilakukan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW di YPI As-Sa'adah, Jalan Swakarsa 1B, Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ketua YPI As-Sa'adah, Munir Arsyad mengatakan, saat ini rakyat di Palestina sangat membutuhkan bantuan. Untuk itu, pada hari ini dilakukan penggalangan donasi dari jamaah yang hadir.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa memperingati Maulid Nabi sekaligus juga Haul Habib Ali bin Muhammad Ali Habsyi. Dalam kesempatan ini kita mengajak jamaah yang hadir untuk meneladani kebaikan Rasulullah, salah satunya dengan membantu sesama yang membutuhkan bantuan," ujarnya, Minggu (5/11).

BERITA TERKAIT :
Jika Israel Makin Brutal, Boikot Produk Bakal Ramai Lagi Di Indonesia
Boikot Produk Pro Israel Masih Kenceng, Kenapa Di Indonesia Mulai Kendor?

Munir menjelaskan, pemerintah Indonesia juga sudah bergerak untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina yang mencapai 51,5 ton.

“Bantuan tahap pertama kemarin secara resmi sudah dilepas oleh Presiden RI, Joko Widodo. Kami di YPI As-Sa'adah sangat mendukung inisiasi pemerintah dengan juga melakukan penggalangan donasi," terangnya.

Sebagai sesama muslim, Munir mendoakan agar bangsa Palestina bisa segera merdeka dengan seutuhnya. Sehingga, semua bangsa di dunia bisa hidup dengan rukun dan damai.

"Minimal kita mendoakan agar saudara-saudara kita di Palestina bisa melewati musibah dan ujian ini. Kami, di YPI As-Sa'adah siap mengirimkan relawan untuk membantu," ungkapnya.

Munir mengajak, penggalangan donasi atau bantuan untuk Palestina bisa terus dilakukan secara masif, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan.

"Semoga semakin banyak warga Jakarta, dan Indonesia pada umumnya yang tergerak membantu," bebernya.

Ia menambahkan, memasuki tahun politik diharapkan masyarakat tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan, serta suasana kondusif di Jakarta.

"Saya berharap pemimpin Indonesia ke depan adalah Presiden yang mampu mewujudkan Baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur," tandasnya.