Selasa,  05 March 2024

Anies Ke Emak-Emak: Beras Mahal Tapi Duitnya Gak ke Petani, Saatnya Perubahan?

RN/NS
Anies Ke Emak-Emak: Beras Mahal Tapi Duitnya Gak ke Petani, Saatnya Perubahan?

RN - Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan tidak mau mengarahkan. Kata dia, saat ini ada tiga pasangan capres. 

Dia mempersilakan masyarakat menentukan capres mana yang dikehendakinya. Menurutnya, masyarakat tinggal memilih ingin pemimpin yang melanjutkan atau menggagas perubahan.

Anies menyampaikan itu saat menghadiri deklarasi akbar Laskar Gading Anies Muhaimin (Laga Amin) yang digelar di Lapangan PSB, Pegangsaan Timur, Kelapa Gading, Sabtu (25/11/2023).

BERITA TERKAIT :
Klaim Perolehan Suara Naik di Jakarta, PKB Siapkan Kejutan di Pilkada DKI, Usung Abah Anies?
Jokowi Klaim Harga Beras Sudah Turun, Emak-Emak Disuruh Cek Ke Cipinang & Johar Karawang

"Jadi bapak ibu gampang sudah ada tiga calon nya, tinggal dipilih aja, mana yang membawa perubahan, mana yang mau melanjutkan. Ibu pilih yang melanjutkan atau perubahan?" tanya Anies kepada para relawan dalam acara tersebut.

"Perubahan," jawab relawan.

Anies menilai para relawan yang hadir hari ini menginginkan angin perubahan. Anies kemudian mencontohkan, perubahan mesti dilakukan dengan memberantas praktik tata niaga yang disebutnya tak adil yang terjadi di RI.

"Saya kasih contoh, beras murah atau mahal? Coba tanya petani, beras kan mahal, uang diterima petani nggak? Terus uangnya ke mana? aneh kan? Petani harga gabahnya murah tapi ibu beli berasnya?" terang Anies.

"Ibu-ibu bekerja keras di sini, suaminya kerja harganya mahal karena ada tata niaga yang tak adil. Yang tengah dapat lebih banyak daripada yang bikin, yang produksi. Adil nggak itu? itulah tujuan perubahan. Perubahan untuk menghadirkan keadilan," sambungnya.

Anies berujar dirinya dan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Gus Imin) membawa visi adil makmur untuk semua, bukan hanya adil bagi sebagian orang. Anies juga mengajak para relawan bergerak bersamanya menggaungkan perubahan, bisa dumulai dari rumah ke rumah.

"Sekarang di Kelapa Gading dah ada relawan, siap menjangkau semua rumah? Ini pesan, 40 rumah ke kanan, 40 rumah ke kiri. jangkau semua, ajak semua. Nanti ngomongnya sama, biaya hidup mau terus mahal atau murah? tanya gitu aja, insya Allah dengan adanya perubahan, kita semua berdoa. manusia berikhtiar. Tapi ikhtiar kita adalah membuat kebutuhan pokok menjadi murah dan stabil tidak naik terus harganya," imbuhnya.