Kamis,  18 April 2024

Emak-Emak Teriak Beras Mahal & Langka, Mendag Bilang Impor 

RN/NS
Emak-Emak Teriak Beras Mahal & Langka, Mendag Bilang Impor 
Mendag Zulhas.

RN - Pemerintah akan mengimpor beras sebanyak 3,6 juta ton. Beras impor akan membanjiri Indonesia pada Maret, Mei dan Juni 2024.

Emak-emak sebelumnya teriak. Mereka memprotes harga beras mahal dan langka. 

Sementara Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan mengimpor beras sebanyak 3,6 juta ton sepanjang 2024. Impor beras ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mengalami penurunan produksi akibat pergeseran waktu panen.

BERITA TERKAIT :
Gaduh Impor Barang, Kepala BP2MI Tuding Mendag Zulhas, PAN Sebut Benny Caper Karena Capresnya Keok 
Harapan Emak Emak Harga Beras Turun Takkan Terjadi Akan Terus Mahal

"Impor tahun lalu 3,8 juta ton, banyak. Tahun ini 2 juta ton dan 1,6 juta ton. (Jadi total impor beras 2024) hampir 3,6 juta ton," ungkap Zulhas usai melakukan pengecekan harga beras di Pasar Klender SS, Jakarta Timur, Senin (26/2/2024).

Zulhas mengatakan, dari jumlah tersebut sudah ada 500 ribu ton beras impor sedang dalam perjalanan dan akan segera masuk RI. Di luar itu hingga saat ini pemerintah sendiri masih memiliki cadangan beras sebanyak 1,4 juta ton.

Karenanya ia bisa memastikan jika stok beras dalam negeri masih cukup. Namun stok beras ini biasanya hanya disalurkan pemerintah melalui Bulog dalam bentuk beras komersial dan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

"Dalam perjalanan 500 ribu ton sudah masuk. Stok Bulog per kemarin 1,4 juta ton. Jadi berasnya banyak, harganya tidak naik (seperti beras premium lokal saat ini), tapi beras yang disediakan oleh Bulog. Beras komersial Bulog dan beras yang subsidi (maksudnya SPHP)," jelasnya.

"Sementara beras lokal tadi, panennya kurang karena baru tanam. Jadi kalau diminta terus pasti (harganya) akan naik terus," tambah Zulhas.

Sebagai informasi, sebelumnya Zulhas telah melakukan peninjauan harga pangan khususnya beras di Pasar Klender SS, Jakarta Timur pagi ini. Ia mengaku harga beras saat ini memang masih tinggi akibat kurangnya produksi di awal tahun.

"Sama ya kita keliling (ke pasar-pasar), memang beras premium lokal harganya naik. Kenapa? Biasa, suplai kurang (akibat belum panen). Kalau suplai kurang, belinya gak kurang, pasti harganya naik," ujar Zulhas.

Zulhas mengatakan para petani lokal kemungkinan baru bisa panen paling cepat Maret nanti. Karena itu ia merasa suplai beras lokal baru mulai stabil bulan depan.

"Biasa Agustus-September (petani sudah) tanam (padi), sekarang (Januari-Februari) sudah panen, ini baru tanam. (Sekarang) panen paling cepat Maret, Mei, Juni. Bulan depan paling sebagian (sudah panen)," paparnya.