Rabu,  29 May 2024

Doyan Ngutang Ke Pinjol, Warga Jabar Dan Jakarta Hobi Hiburan

RN/NS
Doyan Ngutang Ke Pinjol, Warga Jabar Dan Jakarta Hobi Hiburan
Ilustrasi

RN - Warga Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta doyan ngutang. Tercatat warga Jabar yang berhutang ke aplikasi online alias pinjol tembus Rp16,55 triliun.

Urutan kedua ada DKI Jakarta Rp 11,17 triliun. "Gak duit, gaji habis. Buat happy dan hiburan ngutang aja ke pinjol," tegas Adin warga Depok, Jawa Barat, Kamis (5/4).

Dia rela ngutang ke pinjol lantaran gaji yang diperoleh minim. "Mau gimana lagi, gali lobang tutup lobang aja," bebernya. 

BERITA TERKAIT :
Pj Heru Dengerin Tuh Curhatan Warga, Copot Dong Kepala Unit Pengelola Rusun UPRS VIII
Lomba Adu Inovasi Tahun 2024 di Jakbar, Cara Kang Uus Menilai Kinerja Lurah

Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Januari 2024 terdapat 16,57 juta entitas penerima pinjaman online (pinjol) di Indonesia.

Seluruh entitas peminjam tersebut memiliki pokok utang yang masih berjalan (outstanding loan) senilai Rp60,41 triliun.

Nilai utang pinjol paling besar pada Januari 2024 berada di Jawa Barat, yakni Rp16,55 triliun atau 27,4% dari total utang pinjol nasional.

DKI Jakarta berada di urutan kedua dengan utang pinjol Rp11,17 triliun, diikuti Jawa Timur Rp7,54 triliun, dan Banten Rp5,04 triliun.

Sementara, Papua Barat menjadi provinsi dengan nilai utang pinjol terendah, yakni Rp57,25 miliar.

Berikut daftar 10 provinsi dengan nilai utang pinjol (outstanding loan) tertinggi di Indonesia per Januari 2024:

Jawa Barat: Rp16,55 triliun
DKI Jakarta: Rp11,17 triliun
Jawa Timur: Rp7,54 triliun
Banten: Rp5,04 triliun
Jawa Tengah: Rp4,74 triliun
Sumatera Utara: Rp1,79 triliun
Sulawesi Selatan: Rp1,24 triliun
Sumatera Selatan: Rp1,11 triliun
Bali: Rp1 triliun
Lampung: Rp941,32 miliar

Secara keseluruhan, pengguna layanan pinjol di Indonesia memiliki tingkat keberhasilan bayar (TKB90) sebesar 97,05% pada Januari 2024.

Artinya, sekitar 97 dari 100 pengguna pinjol berhasil membayar utangnya dalam jangka waktu sampai dengan 90 hari sejak jatuh tempo.

Sementara, proporsi tingkat kredit macet (TWP90) hanya 2,95%. Artinya, sekitar 3 dari 100 pengguna pinjol gagal bayar utang dalam jangka waktu di atas 90 hari sejak jatuh tempo.