Rabu,  29 May 2024

Kantongi Surat dari Golkar, Peluang Dico Maju di Pilgub Jateng Terbuka Lebar

BCR
Kantongi Surat dari Golkar, Peluang Dico Maju di Pilgub Jateng Terbuka Lebar
-Net

RN - Bupati Kendal Dico Ganinduto disebut-sebut memiliki peluang besar untuk maju sebagai salah satu kandidat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Meskipun demikian, Dico saat ini mengaku masih fokus mengangkat UKM/UMKM dan meningkatkan SDM di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kendal.

“Biarlah semua berjalan secara alamiah, karena sejatinya keputusan terakhir berada di tangan masyarakat Jateng semata," kata Dico beberapa waktu lalu.

BERITA TERKAIT :
Gerindra Mantap Usung Budi Djiwandono Di Pilkada Jakarta, Nasib Ariza Gimana?
Jika Koalisi Perubahan Usung Anies Di Pilkada Jakarta, PKS Minta Jatah Wagub

Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan bahwa nantinya, rakyat lah yang akan menilai apakah Dico menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Jawa Tengah atau tidak. 

"Soal tepat atau tidak (memimpin Jateng), nanti rakyat yang akan melihat, yang akan menilai, kalau saya yang mengatakan nanti subjektif, biarkan masyarakat Kendal, masyarakat Jawa Tengah yang akan menilai bagus atau tidak, berprestasi atau tidak, kan begitu," kata Ujang dalam keterangannya pada Sabtu 6 April 2024.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa saat ini Partai Golkar telah mengeluarkan sebanyak 1.040 surat tugas kepada kadernya di seluruh Indonesia, termasuk Dico Ganinduto. 

"Kalo kita bicara tiket Golkar, yang dimiliki Dico itu adalah surat penugasan, nanti Golkar itu akan melakukan survei tiga kali untuk melihat elektabilitas kader-kader Golkar, termasuk Dico Ganinduto," katanya. 

Setelah dilakukan survei sebanyak tiga kali, Ujang mengatakan bahwa jika elektabilitas Dico Ganinduto stabil atau bahkan meningkat, bukan tidak mungkin Golkar akan semakin mendukungnya.

Ia menyebut bahwa surat penugasan yang dimiliki Dico, merupakan salah satu bekal untuk menaikkan elektabilitasnya sebelum Pilkda Serentak 2024. 

Sementara itu, Pakar Strategic Communication Mass Tuhu Nugraha menilai Dico Ganinduto cocok sebagai salah satu kandidat yang ikut dalam pesta demokrasi Pilkada 2024 di Jawa Tengah. 

Menurutnya, hal tersebut bisa dilihat dari pemberitaan media massa dan media sosial terutama beberapa bulan terakhir yang mengangkat tren positif selama Dico memimpin Kabupaten Kendal, dengan kerja nyatanya. 

"Kalau liat seperti ini, pemberitaan medianya. Dico Ganinduto adalah salah satu kandidat yang cocok untuk dinaikkan, dan menurut saya acceptance tinggi di pemilih muda," kata Tuhu. 

Menurutnya, tren di media sosial dan media massa seperti online dan cetak menjadi menarik karena yang muda dianggap lebih inovatif, relevan, dan bisa menjawab tantangan di jaman digital. 

"Mereka lebih agile (kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan mudah) dan adaptif, apa yang harus dilakukan dengan era baru ini. Karena mereka generasi native," katanya. 

"Lalu ini bertemu dengan pemilih Indonesia saat ini yang didominasi Gen Z dan Gen Y, lebih dari 50 persen. Kita bisa belajar dari pilpres kemarin, salah satu kunci kemenangan adalah menggarap TikTok dengan serius," lanjutnya. 

Menurut Tuhu, dalam Pilpres 2024 kemarin, konsumsi informasi dan persepsi publik dibangun dari media sosial dan media massa. Selain itu, ia melihat bahwa generasi muda lebih realistis menjawab tantangan.

"Dan saya melihat karakteristik generasi muda ini tidak lagi loyal sama partai, bahkan figur. Mereka realistis yang bisa menjawab kebutuhan dan tantangan mereka," katanya. 

Ia mengatakan bahwa generasi muda memiliki isu utama yaitu job creation, setelah lulus bisa kerja apa?

Lebih lanjut, hal itu dikarenakan mereka dihadapkan pada perubahan yang cepat, serta banyak pekerjaan digantikan teknologi.

"Kedua mereka mencari sosok pemimpin yang peduli soal lingkungan. Nah ini harus dikomunikasikan via media sosial," tambahnya. 

"Saya sempat bertemu dengan agency riset Social Network Analysis (SNA) untuk political marketing. Mereka sudah melakukan monitor kandidat via media massa dan medsos itu dari 2 atau 3 tahun sebelum Pemilu. Karena mereka tahu ini punya peran besar," ujarnya.