Senin,  22 July 2024

Pelayanan PAM Jaya Buruk, Pak Syahrul Diprotes Warga?

RN/NS
Pelayanan PAM Jaya Buruk, Pak Syahrul Diprotes Warga?
Syahrul Hasan

RN - Buruknya pelayanan PAM Jaya menuai protes. Banyak pelanggan air bersih di Jakarta harus mengelus dada lantaran kualitas air buruk. 

Aktivis Muda Jakarta (AMJ) mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan kocok ulang susunan direksi di PAM Jaya karena buruknya pelayanan. "Hasil riset kami pelayanan PAM masih buruk," tegas Koordinator AMJ, Dwi Yudha Saputro, Kamis (6/6). 

Dikutip dari web resmi milik PAM Jaya, kalau Direktur Pelayanan saat ini adalah Syahrul Hasan. Pria kelahiran 2 Juli 1981 ini menjabat sebagai Direktur Pelayanan PAM JAYA sejak April 2021. 

BERITA TERKAIT :
Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi: Dekatkan Layanan Pada Masyarakat
Lahan Rorotan, KPK Kirim Sinyal Dugaan Duit Suap Ke DPRD DKI?

"Pak Syahrul harusnya malu. Kalau terus bertahan dijabatan yang empuk dan pelayanan buruk jadi gak tau malu," sindir Yudha. 

Pakar Komunikasi Politik Tamil Selvan melanjutkan buruknya pelayanan PAM Jaya bukan hanya mencoreng kinerja Arief Nasrudin sebagai direktur utama tapi bisa juga merusak wibawa Pj Gubernur Heru Budi Hartono (HBH). "Pelayanan itukan kunci utama, jadi jangan main-main dong," ungkap Tamil. 

Tamil yang juga Komunikolog politik dan hukum nasional ini melanjutkan, sebagai perusahaan daerah (BUMD) harusnya PAM Jaya tidak serampangan melakukan pelayanan. "Konsep pelayanan PAM Jaya gak jelas. Saya harap Pak Syahrul tidak hanya duduk manis, dia harus jemput bola melayani pelanggan," ucapnya. 

Sementara Syahrul Hasan hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Diketahui, pasca putus kontrak dengan Palyja dan Aetra, PAM Jaya melakukan kerja sama dengan PT Moya Indonesia. Harapannya agar warga Jakarta mendapatkan pelayanan air bersih yang lebih baik.

Sayangnya, fakta di lapangan dengan harapan bagaikan bumi dengan langit. Konsumen justru memperoleh air berbau dan berwarna hitam.

Sejumlah warga Cengkareng, Jakbar mengungkapkan air PAM Jaya yang masuk ke rumah mereka tingkat kualitas rendah tidak layak minum. "Bau dan kotor," keluh Kristianna Purba, salah satu konsumen setia PAM Jaya bersama sejumlah tetangganya di Kelurahan Cengkareng Timur, Jalan Puspa 2 No 17 RT 011/RW 12, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Masih menurut Kristianna, warga sebenarnya sudah lama menyampaikan keluhan kepada pencatat meteran, juga ke kantor PERUMDA PAM Jaya Jakarta Barat. 

“Jawabannya ya begitu, banyak pertanyaan berbelit-belit sudah dijawab, lalu disuruh tunggu petugas PAM Jaya datang, namun tidak pernah datang. Lalu mau nunggu sampai kapan? tidak ada realisasinya omong doang (Omdo). Makanya malas konsumen melaporkan keluhan lalu membiarkan air kotor memenuhi bak airnya setiap hari. Dikuras satu kali untuk dua sampai tiga hari,” beber Kriatianna seperti dilansir MI. 

Imbas dari buruknya air PAM Jaya yang diterima, konsumen terpaksa rogoh kocek buat beli air bersih isi ulang. Per galon Rp 9.000, lalu beli lagi air galon spesial untuk minum harga Rp 21.000 tiap galonnya. 

“Kalau dihitung kerugian tiap bulan habisnya setengah uang pensiunan habis khusus untuk air minum,” terang Kristianna Purba, pensiunan guru PNS Pemprov DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya mengklaim, air PAM jorok, berbau dan berminyak seperti dikeluhkan warga dikarenakan kebocoran pipa. “Karena kalau air seperti berbau dan asin khawatir ada kebocoran pipa," kata Arief seperti dilansir MI dikutip, Rabu (6/6/2024).

Selain kebocoran pipa, lanjut Arief, tidak ada penyebab lain yang bisa membuat air PAM asin, berminyak, dan berbau. 

Sebab, menurut Arief, air PAM sudah diuji secara laboratorium dan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Soal air bau juga sering terjadi di Kembangan, Jakbar. "Wah sering bau lumpur mas, capek deh kalau komplen gak jelas. Payah nih pelayanan PAM," keluh Imron warga Kembangan Utara.