Jumat,  04 April 2025

Viral Ancol Kumuh Dan Banyak Sampah, Benarkah Dampak Pengurangan Karyawan?

RN/NS
Viral Ancol Kumuh Dan Banyak Sampah, Benarkah Dampak Pengurangan Karyawan?
Video viral sampah Ancol.

RN - Kawasan wisata Pantai Ancol Taman Impian viral. Banyaknya sampah dan terkesan kumuh menjadi gunjingan warganet.

Fenomena tersebut sudah terjadi pada akhir Januari sampai Februari 2025. Untuk diketahui, kondisi Pantai Ancol yang dipenuhi sampah sempat viral di media sosial. 

Dalam video yang dilihat, Minggu (2/3/2025), sampah-sampah tersebut tampak mengambang di perairan ataupun di area pantai. Sampah-sampah terdiri atas plastik hingga batang kayu.

BERITA TERKAIT :
Omzet Jeblok, Ancol Salahkan MRT, Pengamat: Buruk Rupa Cermin Dibelah

Kabar beredar kalau tumpukan sampah itu diduga dampak adanya pengurangan pada petugas kebersihan.

Tapi Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ariyadi Eko Nugroho membantah kalau Pantai Ancol tidak terawat. Kata dia, jumlah sampah yang datang sempat berkurang. Namun kondisi tersebut masih berlanjut hingga awal bulan ini walaupun tak separah sebelumnya.

"Kami menyadari bahwa fenomena ini menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan kawasan wisata, akan tetapi kami juga telah antisipasi dengan menyiagakan 30 tenaga kebersihan dalam menanggulanginya," kata Eko melalui keterangan tertulis, Minggu (2/3).

Eko menuturkan, fenomena tersebut umum terjadi, terutama pada musim dengan curah hujan tinggi. Ia mengatakan langkah antisipatif telah dilakukan, salah satunya dengan menyiagakan puluhan tenaga kebersihan.

Selain itu, pihaknya menggunakan jaring khusus untuk mengumpulkan sampah yang mengapung di perairan maupun yang terdampar di bibir pantai. Tidak hanya itu, tim darat juga melakukan pembersihan rutin di kawasan pesisir untuk memastikan area tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.

Eko menambahkan, Ancol juga memiliki fasilitas pengelolaan sampah mandiri di ujung timur kawasan rekreasi. Di fasilitas ini, Ancol memilah jenis sampah yang ada dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Adapun sampah plastik dipadatkan kemudian didistribusikan ke vendor pengolah sampah plastik. Lebih lanjut, Eko mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan Ancol.

"Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan wisatawan tetap dapat menikmati suasana pantai yang bersih dan nyaman," jelasnya.

Omzet Turun?

Diketahui, sepanjang 2024, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) hanya membukukan laba bersih Rp177,79 miliar atau melorot 24,4% dibandingkan Tahun Buku 2023 yang mencapai Rp235,17 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Jaya Ancol untuk periode berakhir 31 Desember 2024 yang dikutip Rabu (29/1), pendapatan emiten real estate dan rekreasi ini tercatat Rp1,265 triliun atau menurun tipis 0,63% dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 sebesar Rp1,273 triliun.

Di tengah penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan PJAA di sepanjang 2024 justru membengkak 3,85% (year-on-year) menjadi Rp599,12 miliar, sehingga laba bruto untuk Tahun Buku 2024 menjadi Rp666,77 miliar atau menurun 4,33% (y-o-y).

Sepanjang 2024, laba usaha yang dicatatkan PJAA hanya sebesar Rp372,36 miliar atau merosot 16,74% (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan pada tahun lalu senilai Rp249,26 miliar atau ambrol 30,2% dibandingkan dengan capaian di 2023 yang mencapai Rp357,12 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2024 yang sebesar Rp72,97 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan PJAA menjadi Rp176,29 miliar atau tersungkur 26,94% (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2024 senilai Rp177,79 miliar atau anjlok 24,4% (y-o-y).