RN - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sepertinya melempar sindiran untuk Cak Imin. Paloh mengungkapkan alasan kadernya tak ada yang menjadi di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui, Muhaimmin Iskandar alias Cak Imin yang menjadi cawapres bersama Anies Baswedan pasca kalah langsung bergabung ke Prabowo. PKB mendapatkan beberapa posisi menteri.
"Kami tahu diri, ada budaya malu lah bagi kami," kata Paloh di Denpasar, Bali, Kamis (3/4), dikutip dari Antara.
BERITA TERKAIT :Ponakan Surya Paloh Jadi Komisaris BTN, Apakah Ini Jatah NasDem?
Paloh mengingatkan kepada kadernya bahwa semasa Pilpres 2024 mereka tidak mengusung pasangan Prabowo-Gibran sehingga tidak etis partainya mendapat posisi dalam kabinet.
"Saat ini NasDem tahu diri, memahami sepenuhnya NasDem memang tidak pantas untuk berada di dalam lapisan mengisi anggota kabinet karena memang kami tidak berjuang banyak," ujarnya.
"Maka, inilah konsekuensi politik yang harus kami buktikan, NasDem tahu diri, ada budaya malu," sambungnya.
Meski tak masuk kabinet, NasDem tak menjadi partai oposisi. Paloh menjamin NasDem tetap mendukung dan memberi bantuan ke pemerintah meski kontribusinya terbatas.
"Bukan berarti kami anti, kami tidak suka, melainkan komitmen nilai-nilai moralitas, esensi perubahan kami perjuangkan, perilaku sikap kami buktikan, saya mau pikiran-pikiran ini terus berlanjut," katanya.
Paloh mengaku partainya sempat ditawari posisi menteri, namun menolak sebagai pembuktian bahwa tidak semua partai politik di Indonesia mabuk kekuasaan.
Ia lantas mencontohkan dari sektor ekonomi. Ketika stabilitas ekonomi baik, akan didukung. Namun, ketika stabilitas ekonomi terganggu, tak dapat diam dan harus ikut waspada.
Paloh terakhir bertemu Prabowo pada awal November 2024. Paloh dan Prabowo tak jadi bertemu saat acara buka puasa NasDem lantaran Prabowo memiliki agenda di Istana Jakarta.