RADAR NONSTOP- Disperindag Kota Tangerang Selatan dalam menciptakan sistem keuangan dan pelaporan yang akuntabel, bersama Diskominfo menyusun suatu sistem penarikan retribusi pasar yang berbasis digital.
Bersama jajaran pengelola pasar bintaro sektor II dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang dengan kepala pasar yang merupakan pilot project aplikasi ini. Sosialisasi yang beberapa kali sudah diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan didampingi Bank Indonesia langsung mengedukasi pedagang bagaimana tata cara membangun retribusi dengan sistem pembayaran non tunai , yang mana aplikasi ini dapat diunduh dengan mudah di PlayStore Android. Wifi tersedia di Pasar Bintaro sebagai pendukung proses transaksi non tunai untuk memudahkan pedagang pasar dan pembeli mengunduh software tsb.
Pasar sendiri mempunyai peranan penting dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, serta menjadi lokomotif pengembangan perekonomian nasional. “Harapan kami proses pelaksanaan aplikasi ini berjalan dengan sukses sehingga bisa meneruskan Pelaksanaan Pasar Digitalisasi berlanjut ke pasar-pasar tradisonal yang dikelola oleh Pemda Tangsel”.
BERITA TERKAIT :DPRD Tangsel Tancap Gas, Kebut 12 Raperda Di 2025
Modus Baru Hipnotis Di Serpong Tangsel, ATM Ditukar Lalu Dikuras, Duit Belanja Emak-Emak Ludes
Mengingat digitalisasi pasar akan menjadi faktor esensial dibalik perkembangan dan pertumbuhan pasar tradisional ke depan, akan menjadi sangat penting karena menjadikan digitalisasi sebagai program pengembangan manajemen pasar dan meningkatkan PAD Pasar .
“Program digitalisasi, selain menciptakan efesiensi, digitalisasi pasar tradisional juga akan membuat transaksi para pedagang dan pembeli lebih cepat, aman, dan nyaman”. Tidak hanya itu, digitalisasi pasar tradisional ini juga bisa mendorong menaikan daya saing pasar tradisional untuk bersaing dengan pasar modern dan bahkan survival menghadapi persaingan era Teknologi Digital.