RADAR NONSTOP - Masih ingat dengan dr Dian Pratama, SpoG, M.Kes, MM. Dokter RSUD Koja yang melawan saat Ahok berkuasa. Di Pileg 2019 melenggang mulus ke Kebon Sirih dari dapil 1 Jakarta Pusat Partai Gerindra.
Di tahun 2014 lalu, dr Dian memilih keluar dari RSUD Koja karena inisiatifnya menolong nyawa pasien justru disalahkan manajemen RSUD Koja yang saat itu Dirutnya Theryoto (pilihan Ahok).
“Alhamdulillah setelah lewat pengadilan yang cukup berbelit dan alot, RSUD Koja akhirnya membayarkan hak - hak saya,” kenang dr Dian Pratama disela acara diskusi ‘Ngobrol Masalah Kesehatan Perkotaan’ di Aula KAHMI Jaya, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (14/5/2019).
BERITA TERKAIT :Sebut Ada Dugaan Serangan Siber, FPPJ: PSI Jakarta Jangan Asbun
Operasi Batok Jelang Lebaran Di Jakarta, Ponsel DPRD Dan Pejabat Tulalit
Dalam kesempatan tersebut, dr Dian Pratama berjanji, nanti setelah resmi berkantor di Kebon Sirih akan mendorong Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan program BPJS Plus.
“Insyaallah dengan BPJS Plus ini, pasien tidak hanya dicover dengan obat - obat generik saja, tapi juga dengan obat paten,” ujarnya.
Selain itu, dr Dian juga akan mendorong BPJS Plus tersebut tidak hanya fokus pada pengobatan pasien. Sebab, dalam dunia kesehatan yang tidak kalah penting adalah pencegahan.
“Memang anggarannya besar, tapi melihat keberpihakan gubernur terhadap kesehatan warga Ibukota, tentunya hal tersebut bisa dicarikan solusi,” tutur Dian.
Dian juga menyampaikan pentingnya pendirian Jakarta Mental Health (JMH) di Ibukota. Sebab, angka pasien sakit jiwa dan menta di Jakarta saat ini lumayan tinggi.