Rabu,  04 August 2021

Korban Meninggal Berjatuhan, Stok Peti Mati Di Depok Menipis

NS/RN
Korban Meninggal Berjatuhan, Stok Peti Mati Di Depok Menipis
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Corona di Depok, Jawa Barat kian masif. Jumlah korban meninggal hampir setiap hari terjadi.

Diketahui, saat ini Pemkot Depok memberlakukan jam malam. Tapi, kebijakan Wali Kota M Idris itu nampaknya tidak digubris warga. "Kami dagang kalau tutup cepat gak makan, ya mati juga kita," ucap pedagang nasi goreng di kawasan Margonda.

Kepala Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hasudungan mengatakan saat ini peti mati yang tersedia untuk pasien covid-19 semakin menipis.

BERITA TERKAIT :
Jenazah Corona Terlantar, Ini Peringatan Buat Warga Depok Yang Sok Kebal 
Sudah 10.634 Balita Depok Positif, Tertular Orangtua Sendiri   

“Data kami peti mati semakin menipis, sejak 10 April sampai 13 September ada sebanyak 121 peti (jenazah) yang sudah kami keluarkan,” kata Hasudungan kepada awak media pada Selasa (15/9/2020).

Dia memastikan peti mati digunakan untuk pasien covid-19, namun dirinya tak bisa memastikan apakah pasien tersebut bersetatus positif atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

“Kami keluarkan sesuai protap. Kita nggak bisa menjust korban positif atau PDP, itu hanya pihak rumah sakit yang tahu,” jelasnya.

Lebih lanjut Hasudungan mengungkapkan untuk saat ini peti jenazah untuk pasien Covid-19 di UPT-nya hanya tersisa 3 unit. Hal tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang meninggal.

"Di gudang kami hanya tersisa 3 unit peti mati. Rencananya kami mau ambil di Sentra Medika" pungkasnya.