Kamis,  04 March 2021

Omzet Anjlok, Tujuh Gerai Matahari Ditutup

NS/RN/NET
Omzet Anjlok, Tujuh Gerai Matahari Ditutup
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Tujuh gerai milik PT Matahari Department Store Tbk ditutup. Penutupan lantaran riteil busana ini rugi hingga Rp 617 miliar.

Kerugian akibat imbas pandemi COVID-19 itu menyebabkan ribuan karyawannya kena pengurangan. Dan kerugian tersebut lantaran kerugian bersih perusahaan Januari-September 2020.

"Pandemi COVID-19 mempercepat penutupan gerai-gerai yang berkinerja kurang baik, sejalan dengan upaya Matahari dalam merestrukturisasi bisnis," ujar CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor dalam rilis resminya dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Jumat (23/10/2020).

BERITA TERKAIT :
Korban PHK Hanya Dapat Pesangon 19 Kali Gaji, Jangan Garuk Kepala Ya 
Pasang Nomor Judi Togel Jadi Pelarian Para Korban PHK 

Ketujuh gerai itu bakal ditutup permanen. Ke-7 gerai tadi berada di Palembang, Bogor, Jakarta, Balikpapan, Bali, Padang dan Cirebon.

Selain, menutup gerai format besar, seluruh gerai khusus juga ditutup. Gerai khusus yang dimaksud berada di Jakarta, Surabaya dan Medan. Namun, gerai khusus ini hanya ditutup sementara waktu saja.

Sehingga saat ini, Matahari hanya mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Rencananya, emiten berkode saham LPPF ini bakal menutup 3 gerai lainnya hingga akhir tahun.

Pendapatan emiten ritel itu sepanjang tahun ini terus melaporkan rapot merah. Tahun ini, perseroan hanya mampu memperoleh penjualan kotor sebesar Rp 5,9 triliun alias anjlok sebanyak 57,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersihnya pun merosot 57,5% menjadi Rp 3,3 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Matahari mengaku sudah mulai pulih secara stabil pada Juli, Agustus, dan hingga pertengahan September. Namun, ketika pada tanggal 14 September, PSBB diimplementasikan kembali di Jakarta dan adanya pembatasan operasional di lokasi lainnya, menyebabkan perseroan menutup beberapa gerainya untuk sementara, sehingga memperlambat kinerja emiten pada kuartal tersebut.

Untuk mengurangi dampak pandemi, perseroan mengklaim telah mengupayakan berbagai pengetatan biaya, termasuk negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari-September 2020.

Perseroan juga sempat melakukan pengurangan karyawan hingga pemotongan gaji. Awalnya total karyawan tetap dan tidak tetap Matahari per Desember 2019 mencapai 14.044 orang. Namun, pada awal Juni 2020 lalu jumlahnya menjadi 12.080 atau berkurang 1.964 orang.

Soal gaji karyawan, emiten berkode saham LPPF ini bertekad bakal memulihkan gaji seluruh karyawannya paling lambat kuartal VI-2020 mendatang.