Minggu,  24 January 2021

Joe Biden Jadi Presiden, Dunia Mengejek Donald Trump 

NS/RN/NET
Joe Biden Jadi Presiden, Dunia Mengejek Donald Trump 

RADAR NONSTOP - Joe Biden akhirnya menang dan resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Sementara Donald Trump diejek dan meme-nya bertebaran di media sosial.

Misalnya, akun media sosial yang behubungan langsung dengan Partai Komunis China (PKC) secara terbuka mengejek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Twitter, terkait klaim kemenangannya dalam Pemilihan Presiden AS (Pilpres AS).

Surat kabar PKC, People's Daily me-retweet penyataan Trump tentang kemenangan tersebut dengan memasukkan caption “HaHa” diikuti dengan emoji tertawa.

BERITA TERKAIT :
Empat Tahun Bersama Trump, Joe Biden Ajari Staf Di Istana Agar Sopan Dan Hormat Pada Tamu
Muslim Boleh Ke AS, Kebijakan Donald Trump Yang Ngaco Dicoret Joe Biden

Cuitan Trump dan reaksi dari People's Daily datang tak lama sebelum CNN, Associated Press, ABC News dan NBC News mengumumkan kemenangan untuk calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden pada Sabtu (7/11/2020).

Trump dan China memiliki hubungan yang buruk sehingga tidak mengherankan platform media sosial milik publikasi yang berafiliasi dengan PKC itu mengejek Trump.

Ironi dari cuitan People's Daily itu sangat terasa. Selain karena pernyataan Trump, seorang Presiden AS, itu mendapat sensor dari Twitter, platform media sosial asal AS, People’s Daily adalah surat kabar Pemerintah China, di mana Twitter diblokir.

People's Daily adalah grup surat kabar terbesar di China. Surat kabar yang didirikan pada Juni 1948 itu adalah surat kabar resmi dari Komite Sentral Partai Komunis China. People’s Daily saat ini juga telah memiliki akun Weibo, platform sejenis Twitter di China.

Sementara di Indonesia banyak meme yang mengejek Donald Trump beredar.

Sedangkan Joe Biden bicara soal persatuan dalam pidato kemenangannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020. 

Dia mengutarakan janji bahwa dirinya akan berupaya untuk menjadi presiden yang mempersatukan bangsa.

"Saya berjanji untuk menjadi Presiden yang berupaya untuk tidak memecah belah, tetapi untuk mempersatukan. Siapa yang tidak melihat negara bagian Merah dan Biru, tapi Amerika Serikat," ujar Biden dalam pidatonya, Minggu (11/8/2020).

Biden merujuk pada negara bagian yang condong mendukung Partai Demokrat sebagai negara bagian biru, sementara yang condong mendukung Partai Republik sebagai negara bagian merah.

Biden memastikan bahwa dirinya akan bekerja dengan sepenuh hati atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya. Menurut Biden, rakyat AS telah memberikan dirinya bersama Kamala Harris kemenangan. Namun, sejatinya kemenangan ini untuk rakyat AS.

"Saudara-saudara, orang-orang bangsa ini telah berbicara. Mereka telah memberi kami kemenangan yang jelas. Kemenangan yang meyakinkan. Kemenangan untuk "We the People"," tuturnya.

Dalam Pilpres AS 2020, Biden berhasil memenangkan Pilpres AS 2020 atas peroleh suara electoral votes 290, seperti dilansir dari Fox News. Sementara Donald Trump-Mike Pence hanya meraih 214 suara.

Untuk bisa memenangkan Pilpres, masing-masing calon harus mendapatkan 270 suara. Hal ini menandakan, Biden-Harris melaju ke Gedung Putih.