Senin,  08 March 2021

Corona Bikin Emak-Emak Emosi, Anak Jadi Korban Kekerasan 

NS/RN/NET
Corona Bikin Emak-Emak Emosi, Anak Jadi Korban Kekerasan 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Corona membuat membuat orangtua mudah emosi. Alhasil, anak menjadi korban kekerasan. 

Tingginya kekerasan terhadap anak lantaran, siswa sekolah masih memberlakukan sekolah virtual. Lalu, orangtua tentunya harus membimbing anak saat kehiatan belajar mengajar di rumah.

Bupati Bogor Ade mengatakan bahwa terdapat 608 kasus pelanggaran hak anak dalam kurun waktu tahun 2015-2019. Sedangkan pada tahun 2020 ini, sudah tercatat 88 kasus yang sama.

BERITA TERKAIT :
Rombongan Moge Gak Bawa Surat Rapid Tes, Warga: Biar Kapok 
Rombongan Moge Sport Disuruh Putar Balik Di Puncak 

"Kondisi anak yang banyak di rumah selama pandemi juga meningkatkan kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual dan pelecehan (fisik dan non fisik) yang berdampak buruk pada psikologis," katanya, saat melantik Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, Senin (9/11/2020).

Ade Yasin menyampaikan kebutuhan terhadap lembaga yang dapat membantu pemerintah daerah dalam urusan perlindungan anak. Terutama dalam hal menangani kasus pelanggaran hak-hak anak.

"Pembentukan KPAD Kabupaten Bogor kiranya dapat menjadi wadah yang tepat untuk membantu pemerintah daerah menyikapi dan menyelesaikan problematika tentang anak serta pemenuhan hak dasar anak yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan Hlhak Plpartisipasi" jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap KPAD Kabupaten Bogor bisa menjalankan tugas serta fungsinya dalam melakukan pengawasan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Bumi Tegar Beriman.

"Saya berharap semua dapat menjalankan urusan perlindungan anak sesuai komitmen kita bersama, agar anak-anak di Kabupaten Bogor tumbuh dan berkembang secara optimal dan terlindungi dari tindak kekerasan dan diskriminasi," tutup Ade Yasin.