Rabu,  20 January 2021

Jalur Tengkorak Jawa Tengah, 3.248 Orang Tewas Di Jalan Tol 

NS/RN/NET
Jalur Tengkorak Jawa Tengah, 3.248 Orang Tewas Di Jalan Tol 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Jalan tol di Jawa Tengah menjadi jalur tengkorak. 75 persen kecelakaan dan mengakibatkan orang meninggal terjadi di jalan tol. 

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mencatat kasus kecelakaan hingga korban meninggal sepanjang tahun 2020 paling banyak terjadi di tol. 

"Penyumbang meninggal terbanyak di tol, sekitar 75 persen kecelakaan di tol meninggal. Faktornya karena titik lelah," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Rudy Syafirudin saat jumpa pers akhir tahun di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (30/12/2020).

BERITA TERKAIT :
Tarif Tol Trans Jawa Bakal Naik, Sopir Truk Siap-Siap Aja Garuk Kepala
Mantan Personel Trio Macan Wafat Dalam Kecelakaan Karambol 

Rudy mengungkap data jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jateng pada 2019 sebanyak 21.694 kasus, sedangkan tahun ini sebanyak 19.843 kasus. Dia menyebut korban meninggal pada 2019 sebanyak 3.531 jiwa, sedangkan pada 2020 ini sebanyak 3.248 jiwa. Rudy menyebut salah satu titik lelah pengguna jalan tol di Jateng ada di Kalikangkung.

"Saat berkendara capek. Titik lelah, contoh Kalikangkung," terang Rudy.

Rudy tidak menjawab detail soal rentang usia korban kecelakaan. Namun mayoritas merupakan orang dewasa.

"Korban mayoritas usia di atas 25 tahun," ucapnya.

Ke depan pihaknya bakal menggandeng Jasa Marga untuk menambah rambu lalu lintas. Hal ini untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah kecelakaan di jalan tol.