Jumat,  05 March 2021

Derita Tumor Ganas

Harlan Siswa SMPN 10 Kota Bekasi Terganjal Biaya Pengobatan

YUDH
Harlan Siswa SMPN 10 Kota Bekasi Terganjal Biaya Pengobatan
-Net

RADAR NONSTOP - Harlan Fadillah (14th), siswa SMP Negeri 10 Kota Bekasi terbujur lemas sejak Agustus 2020, akibat menderita penyakit tumor ganas pada bahu sebelah kanannya.

Tumor tersebut hingga kini terus membengkak hingga bahu dan lengan Harlan tidak bergerak.

Nurhasanah (31th), ibu kandung Harlan, menjelaskan kesehatan anaknya terus menurun karena tumor otot semakin membesar setiap harinya. Apalagi saat tumor terasa, Harlan teriak kesakitan dan tubuhnya demam.

BERITA TERKAIT :
Hati-hati! Kabupaten Bekasi Segera Memberlakukan Penilangan Elektronik
PMII Universitas Mitra Karya Kembali Seruduk Kantor DBMSDA Kota Bekasi

“Kondisi tumor semakin membesar terus, jadi Harlan sulit bergerak. Ditambah, dua hari lalu sepulang dari rumah sakit badan Harlan demam, dia merasa seperti ditusuk-tusuk kalau nyeri pada tumornya terasa,” ungkap Nurhasanah saat ditemui di kediamannya, di Kampung Cibitung RT 004 RW 05 Kelurahan Padurenan Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi, Senin (4/1/2021).

Sejak diketahui anaknya menderita tumor, Nurhasanah bersama suami berupaya melakukan pengobatan ke beberapa rumah sakit, diantaranya RS Siloam. Namun menurutnya, perlengkapan medis serta hasil diagnosa rumah sakit tersebut belum lengkap, sehingga dirinya membawa Harlan ke RSCM Jakarta.

“Sebenarnya kata dokter kita hanya menunggu hasil SPA dari RSCM untuk tindakan lebih lanjut,” tuturnya.

Diakui Nurhasanah, ia bersama suami sempat kebingungan lantaran tidak paham mengambil tindakan sejak Harlan merasakan gejala pegal-pegal dan nyeri pada bahunya. Apalagi, keterbatasan ekonomi keluarga menjadi faktor utama dalam pengobatan.

“Ayah Harlan hanya seorang sekuriti pabrik, secara ekonomi memang kita terbatas, tetapi kita tetap berupaya agar Harlan sembuh,” tutur Nurhasanah dengan raut sedih.

Mengenai pendidikan Harlan, wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengatakan pihak sekolah memberi keringanan sehingga Harlan tidak perlu mengikuti proses belajar mengajar sekalipun melalui daring.

“Alhamdulillah pihak sekolah antusias, tetapi Harlan gak bisa ikut belajar karena kondisinya gak memungkinkan,” terangnya.

Sejak publik mengetahui penyakit tumor ganas dialami Harlan, berbagai simpatik berdatangan, diantaranya Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian atau INH, Baznas DKI Jakarta, Bambang Pamungkas Striker Persija Jakarta dan beberapa komunitas mengunjungi kediaman Harlan dan memberi bantuan finansial.

Hanya saja, Nurhasanah mengaku belum mendapat kunjungan atau perhatian Pemerintah Kota Bekasi.

“Sudah ada beberapa yang datang termasuk pak Kapolres. Tetapi dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial atau unsur Pemerintah Kota Bekasi belum ada,” katanya.

Nurhasanah berharap, Pemerintah Kota Bekasi memberi perhatian dan membantu pengobatan Harlan hingga pulih kembali. Apalagi, Harlan sendiri tetap semangat dan memiliki cita-cita besar.

“Memang psikologi Harlan terpengaruh, dia agak minder ketemu orang. Tapi dia tetap semangat dan mau berjuang melawan penyakitnya. Semoga pemerintah juga bisa memberi perhatian kepada Harlan agar bisa membantu pengobatannya,” harapnya.