Kamis,  28 January 2021

Soal Penggunaan Vaksin, DPRD DKI; Tunggu Intruksi Pusat

SN
Soal Penggunaan Vaksin, DPRD DKI; Tunggu Intruksi Pusat
Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani

RADAR NONSTOP - Menyusul informasi akan masuknya vaksin untuk tenaga kesehatan di seluruh wilayah Jakarta, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengatakan penggunaan vaksin tidak boleh dilakukan sebelum ada Emergency Use Autorization (EUA).

Untuk itu, ucap Zita, Pemprov DKI masih belum bisa menentukan waktu penggunaan vaksin tersebut lantaran masih menunggu keputusan dari Kemeskes RI.

"Saya pikir memang vaksinisasi tidak boleh dilakukan sebelum ada Emergency Use Authorization, atau izin penggunaan darurat dari BPOM. Kita harus tunggu uji klinisnya dulu," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

BERITA TERKAIT :
Hadapi Musim Hujan, Ini Yang Dilakukan Dinas SDA DKI Jakarta
Dana Formula E Kembali Heboh, PAN DKI Ngarep Anies Klarifikasi Ke Dewan

Zita mengungkapkan, rencananya hari ini Pemprov DKI akan menerima 120 ribu vaksin. Namun, menurut Zita, untuk memenuhi kebutuhan vaksin nakes yang berjumal 131 orang, ia anggap vaksin yang akan dikirim masih kurang.

"Terkonfirmasi hari ini akan masuk 120 ribu dosis untuk nakes di Jakarta. Sebetulnya kurang, karena ada 131 nakes. Butuh 262 ribu dosis idealnya, sebab satu orang disuntik dua kali selang 14 hari. Mungkin bertahap," ujarnya.

Lebin lanjut Zita meminta agar semua pihak memberikan keleluasaan kepada BPOM untuk mengawal keamanan, khasiat dan mutu vaksin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Namun demikian, ia pun berharap, hasil uji klinis vaksin segera keluar dengan hasil yang baik serta aman.

"Saat ini biarkan BPOM mengawal keamanan, khasiat, dan mutu vaksin Covid dengan cermat tanpa tekanan, sehingga hasilnya maksimal, karena ini berkaitan dengan nyawa masyarakat," tuturnya.

"Saya berharap, semoga uji klinisnya segera keluar dengan hasil yang baik dan aman. Kemudian BPOM bisa langsung terbitkan EUA, dan vaksinisasi di Indonesia berjalan lancar," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada awal Desember 2020, Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin corona Sinovac yang kemudian disusul 1,8 juta dosis lagi pada Selasa (31/12/2020). Total saat ini telah ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang sudah diterima Indonesia dan mulai didistribusikan ke sejumlah daerah.

#DPRD   #Vaksin   #DKI